Prancis mulai perketat arus masuk warga non-Uni Eropa. Foto: Anadolu
Prancis mulai perketat arus masuk warga non-Uni Eropa. Foto: Anadolu

Prancis Wajibkan Tes Negatif Covid-19 bagi Pelancong non-Uni Eropa

Internasional prancis uni eropa covid-19 Omicron Varian Omicron
Medcom • 02 Desember 2021 15:45
Paris: Pemerintah Prancis mengumumkan pada Rabu, 1 Desember 2021, semua pelancong dari luar Uni Eropa (UE), baik yang divaksinasi atau tidak wajib menunjukkan tes negatif covid-19 untuk memasuki negara tersebut.
 
Dilansir dari  Anadolu Agency, Kamis, 2 Desember 2021, Juru Bicara Pemerintah Prancis, Gabriel Attal menjelaskan dalam konferensi pers mingguan, pihaknya akan meminta semua pelancong non-UE untuk menunjukkan hasil tes yang diambil dalam waktu 48 jam setelah kedatangan mulai Sabtu. 
 
Sementara itu, hanya pelancong yang tidak divaksinasi dari zona Schengen yang perlu menunjukkan bukti tes yang diambil 24 jam sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Attal menerangkan, keputusan untuk memperkenalkan tes negatif secara wajib, yang dapat berupa reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR) atau tes antigen bertujuan untuk menangani varian Omicron secara efektif. 
 
Kebijakan ini diketahui sebagian besar akan berdampak pada pelancong dari sejumlah negara non-UE termasuk Inggris, Amerika Serikat (AS), Kanada, Tiongkok, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Rusia yang datang ke Prancis untuk menghabiskan Natal serta untuk perayaan akhir tahun.
 
Attal pun mengatakan, masalah utama tes negatif wajib masih tersisa untuk berurusan dengan pelancong non-UE, yang khawatir yang datang ke UE. “Pada titik ini, kami sedang mengerjakan koordinasi Eropa. Keputusan akan diambil pada akhir minggu,” ujarnya.
 
Prancis juga akan memulihkan hubungan udara dengan berbagai negara Afrika selatan, dimana lokasi varian Omicron pertama kali diidentifikasi. Mulai Sabtu, di bawah “pengawasan ketat,” Attal mengumumkan.
 
Untuk ini, kategori baru negara-negara merah akan diperkenalkan dalam pembatasan perjalanan termasuk Afrika Selatan, Lesotho, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Namibia dan Eswatini. Penerbangan telah ditangguhkan sejak 26 November lalu, selain Malawi, Zambia dan Mauritius.
 
Attal menunjukkan, terdapat 13 kasus dugaan varian Omicron di Prancis yang akan dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan dalam beberapa hari mendatang. Ia menekankan, tidak ada kepanikan, namun kewaspadaan maksimum tentang varian ini.
 
Gelombang kelima infeksi covid-19 diketahui kian meningkat dengan angka kasus harian meningkat selama dua hari berturut-turut. Menurut data kesehatan yang diterbitkan pada Rabu malam, terdapat 49.610 kasus baru dan 96 kematian terdaftar dalam 24 jam terakhir, setelah 47.177 kasus dicatat pada hari sebelumnya. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif