WHO minta masyarakat tidak terlalu panik hadapi Omicron./AFP
WHO minta masyarakat tidak terlalu panik hadapi Omicron./AFP

WHO Minta Masyarakat Jangan Panik Atas Munculnya Omicron

Internasional Virus Korona WHO covid-19 Omicron Varian Omicron
Marcheilla Ariesta • 04 Desember 2021 14:54
Jenewa: Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak masyarakat untuk tidak panik atas kemunculan varian baru Covid-19, Omicron. Soumya Swaminathan menuturkan, masih terlalu dini untuk mengatakan vaksin perlu dikerjakan ulang.
 
Swaminathan mengatakan, tidak mungkin untuk memprediksi Omicron akan menjadi strain yang dominan saat ini. Namun, varian ini sudah menyebar di seluruh benua.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 4 Desember 2021, banyak negara telah memperketat aturan perjalanan untuk menghindari varian tersebut. Swaminathan mengakui Omicron sangat mudah menular.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seberapa kita harus khawatir? kita harus siap dan hati-hati, jangan panik karena kita ada dalam situasi yang berbeda dengan tahun lalu," kata Swaminathan.
 
"(Varian) Delta menyumbang 99 persen infeksi di seluruh dunia. Maka varian ini (Omicron) harus lebih menular untuk bersaing dan menjadi dominan di seluruh dunia. Itu bisa saja terjadi, tapi tidak mungkin dapat diprediksi," lanjutnya.
 
Baca juga: WHO: Belum Ada Laporan Kematian Terkait Varian Omicron
 
Menurut Swaminathan, masih banyak yang belum diketahui mengenai Omicron. Ia mengatakan, perlu waktu untuk menelitinya.
 
Sementara itu, Direktur Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung perubahan vaksin dapat mencegah varian Omicron.
 
"Saat ini, vaksin yang ada sangat efektif bekerja. Kita perlu fokus membuatnya merata, fokus untuk membuat orang yang berisiko divaksinasi," ucap Ryan.
 
Di lain kesempatan, CEO BioNTech, Ugur Sahin mengatakan, vaksin yang mereka kerjakan dengan Pfizer dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit parah, meskipun ada mutasi.
 
"Saya percaya pada prinsip pada titik tertentu kita akan membutuhkan vaksin baru terhadap varian ini. Namun, seberapa mendesak (vaksin) perlu tersedia? Kita belum tahu," tuturnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif