Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada 21 April 2021.  (Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada 21 April 2021. (Adem ALTAN / AFP)

Erdogan Minta Biden Tarik Pernyataan Genosida Armenia

Internasional Amerika Serikat nato turki joe biden Armenia Recep Tayyip Erdogan
Willy Haryono • 27 April 2021 06:47
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menarik pernyataan mengenai pembantaian warga Armenia di era Perang Dunia I yang dilabeli sebagai genosida.
 
Dalam komentar perdananya sejak ucapan Biden pada Sabtu kemarin, Erdogan mengatakan bahwa presiden AS "telah membuat pernyataan tak berdasar dan tidak benar mengenai peristiwa menyedihkan yang terjadi di wilayah kami sekitar satu abad lalu."
 
Erdogan berharap Biden "akan menarik diri dari langkah yang salah ini sesegera mungkin."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga meminta Biden untuk "berkaca" atas pembantaian warga asli Amerika oleh pendatang Eropa saat AS mengembangkan wilayah di abad ke-19.
 
"Saat semua kebenaran ini ada di luar sana, Anda tidak dapat melayangkan tuduhan genosida kepada rakyat Turki," tegas Erdogan, dilansir dari laman Voice of America pada Senin, 26 April 2021.
 
Baca:  Warga Turki di AS Kecam Pernyataan 'Genosida' Biden
 
Pernyataan Biden disebut Erdogan telah membuka "luka dalam" dalam hubungan Turki dengan AS, dua negara yang sama-sama merupakan anggota NATO. Pernyataan Biden disampaikan, lanjut Erdogan, saat hubungan kedua negara sedang berada di fase yang kurang baik.
 
AS telah menjatuhkan sanksi ekonomi setelah Turki membeli sistem pertahanan udara buatan Rusia.
 
Kendati geram atas pernyataan Biden, Erdogan mengaku masih bersedia "membuka pintu menuju periode baru" terkait hubungan Turki dengan AS. Ia ingin membicarakan segala perselisihan ini dengan Biden dalam KTT NATO pada Juni mendatang.
 
"Kita perlu mengesampingkan berbagai perbedaan pendapat, dan melihat apakah ada langkah-langkah yang dapat kita ambil bersama," sebut Erdogan.
 
Sabtu kemarin, Turki telah memanggil Duta Besar AS di Ankara, David Satterfield, untuk memprotes pernyataan Biden -- presiden pertama AS yang melabeli pembantaian Armenia di tahun 1915 sebagai genosida.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif