Putra Presiden AS Donald Trump, Eric Trump saat kampanye untuk ayahnya. Foto: AFP
Putra Presiden AS Donald Trump, Eric Trump saat kampanye untuk ayahnya. Foto: AFP

Putra Donald Trump Sebut Virus Korona Akan Hilang Secara Ajaib

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 18 Mei 2020 11:56
Washington: Eric Trump, putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengklaim virus korona akan ‘secara ajaib’. Dia menambahkan bahwa virus itu akan lenyap setelah pemilihan November di Amerika Serikat.
 
Menurut pria berusia 36 tahun itu setelah pemilihan November 2020 mendatang memungkinkan negara itu untuk membuka kembali sepenuhnya. Pernyataan ini dianggap tidak memiliki dasar dalam sains dan ditentang oleh para pakar kesehatan di seluruh dunia.
 
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News 'Jeanine Pirro akhir pekan lalu, Eric Trump menilai para kritikus Donald Trump, termasuk saingannya Partai Demokrat, menggunakan pandemi untuk melemahkan demonstrasi ayahnya, menyebutnya sebagai ‘strategi sadar’ yang akan pergi hilang begitu dinilai tidak bijaksana secara politis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka pikir mereka mengambil alat terbesar Donald Trump, yang bisa masuk ke arena dan mengisinya dengan 50.000 orang setiap saat," kata Trump yang lebih muda kepada Fox News, seperti dikutipTIME, Senin, 18 Mei 2020.
 
"Kamu lihat, mereka akan memerah keuntungan setiap hari antara sekarang dan 3 November. Dan coba tebak, setelah 3 November, virus korona akan secara ajaib, tiba-tiba, pergi dan menghilang dan semua orang akan dapat membuka kembali (perekonomian),” tegasnya.
 
Dia menambahkan bahwa mantan Wakil Presiden Biden yang akan menjadi lawan Trump di Pilpres AS 2020, akan ‘menyukai ini’ karena ia tidak dapat menarik kerumunan yang sebanding dengan acara kampanyenya. Bagi Eric Trump, Partai Demokrat sedang berusaha untuk mengambil ‘aset terbesar’ Presiden, yakni kemampuannya untuk terhubung dengan rakyat Amerika dan muncul di kampanye.
 
Komentar Trump menggemakan suara ayahnya pada Februari, Presiden Trump mengatakan bahwa kritik Demokrat terhadap tanggapan pemerintahannya terhadap covid-19 adalah ‘tipuan baru mereka.’
 
Pejabat kesehatan terkemuka telah berulang kali memperingatkan bahwa virus korona tidak akan hilang pada musim gugur di AS. Mereka mengkhawatirkan lonjakan kasus menjelang akhir tahun bisa lebih sulit untuk dikelola daripada wabah saat ini.
 
Anthony Fauci, pakar penyakit menular top pemerintah AS, mengatakan akhir bulan lalu penyebaran global penyakit itu ‘tak terhindarkan’. Menurutnya virus korona akan kembali atau bertahan di luar musim gugur.
 
Sementara Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Robert Redfield mengatakan kepada The Washington Post, gelombang kedua covid-19 bisa lebih buruk daripada yang pertama karena akan bertepatan dengan musim flu.
 
Selain itu Fox News juga menjadi sasaran kritikan terkait wabah covid-19.
Beberapa penyiar Fox News menghadapi kritik karena mengecilkan ancaman covid-19, terutama di awal wabah Amerika, termasuk Pirro dan Sean Hannity.
 
Penelitian yang dirilis pada April oleh Becker Friedman Institute for Economics menemukan bahwa pemirsa acara Hannity, dibandingkan dengan acara Fox News yang memperingatkan pemirsa tentang ancaman virus, “sangat terkait dengan lebih banyak kasus covid-19 dan kematian di Amerika, terutama saat tahap awal pandemi.”
 
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins Senin 18 Mei 2020, jumlah kasus positif covid-19 di AS mencapai 1.486.375 jiwa. Sementara warga yang meninggal akibat virus ini berada di angka 89.549 jiwa yang sembuh mencapai 272.265 jiwa.
 

 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif