Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Trump Pertimbangkan Karantina New York

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 29 Maret 2020 08:23
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sedang mempertimbangkan kebijakan mengkarantina negara bagian New York untuk memperlambat penyebaran virus korona (covid-19). New York merupakan negara bagian yang terkena dampak terparah dari pandemi covid-19 di AS.
 
"Mungkin nanti akan ada karantina karena di sana merupakan hotspot," ujar Trump kepada awak media, merujuk pada New York. "Saya sedang berpikir ke arah sana," sambungnya. Hotspot merujuk pada "titik panas" atau "zona merah" pandemi covid-19.
 
Dilansir dari BBC, Minggu 29 Maret 2020, pernyataan Trump disampaikan saat jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di New York melampaui 52 ribu, sekitar separuh dari total infeksi di seantero AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merespons wacana tersebut, Gubernur New York Andrew Cuomo menilai ide mengkarantina wilayahnya sebagai sesuatu yang "absurd," "anti-Amerika" dan juga dapat dipandang sebagai sebuah "deklarasi perang."
 
Cuomo mengatakan negara bagiannya sudah mengimplementasikan langkah-langkah "karantina," seperti melarang perkumpulan massa dan meminta semua orang untuk tetap berada di dalam rumah. Namun ia menegaskan akan menentang segala bentuk kebijakan penutupan total atau lockdown.
 
"Jika kami semua di sini dilarang untuk pergi (meninggalkan New York), maka itu namanya lockdown," tutur Cuomo kepada kantor berita CNN pada Sabtu kemarin.
 
"Kami akan menjadi seperti Wuhan jika hal itu dilakukan," sambungnya, merujuk pada ibu kota provinsi Hubei tempat pertama kalinya covid-19 muncul.
 
Ia menilai jika lockdown diberlakukan di New York, maka perekonomian AS akan runtuh dan pemulihannya dapat memakan waktu "berbulan-bulan hingga hitungan tahun." "Sektor finansial akan lumpuh," ungkap Cuomo.
 
Sebelumnya, Cuomo mengatakan kepada awak media bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump via telepon. Namun kala itu, Cuomo mengatakan Trump tidak menyinggung mengenai isu "karantina" total untuk seantero New York.
 
"Kami tidak membicarakan hal itu. Saya bahkan tidak tahu apa artinya," lanjutnya.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 662 ribu, dengan lebih dari 30 ribu kematian dan 139.426 pasien sembuh.
 
Untuk AS, total kasus covid-19 menyentuh angka 122.666, 2.147 kematian dan 1.073 pasien sembuh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif