Staf medis menggunakan alat pelindung diri dalam melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu di Dharavi, Mumbai, India. (Foto: Indranil Mukherjee/Vishal Manve/AFP)
Staf medis menggunakan alat pelindung diri dalam melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu di Dharavi, Mumbai, India. (Foto: Indranil Mukherjee/Vishal Manve/AFP)

WHO Puji Penanganan Covid-19 di Wilayah Kumuh Mumbai

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 11 Juli 2020 12:03
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji keberhasilan otoritas India dalam mencegah penyebaran virus korona (covid-19) di wilayah kumuh Dharavi, Mumbai. Sejumlah pihak sempat khawatir covid-19 akan mewabah dalam intensitas tinggi di Dharavi, yang merupakan salah satu perkampungan kumuh terbesar di dunia.
 
"Ada banyak contoh dari seluruh dunia yang menunjukkan bahwa meski wabah berlangsung sangat intens, tapi situasinya masih dapat dikendalikan," ujar Tedros dalam sebuah konferensi pers virtual dari Jenewa, Jumat 10 Juli.
 
"Beberapa contoh itu ada di Italia, Spanyol, Korea Selatan, dan bahkan Dharavi. Fokus terhadap kapasitas tes, pelacakan, isolasi, dan perawatan individu terjangkit adalah kunci dari memutus mata rantai virus," sambungnya, dilansir dari laman Scroll.in, Sabtu 11 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dharavi mencatat 12 kasus baru covid-19 pada Jumat kemarin, yang menjadikan angka totalnya mencapai 2.359. Namun jumlah kasus aktif di permukiman kumuh tersebut kini hanya 166.
 
Masih dalam konferensi pers di Jenewa, Tedros mengatakan bahwa angka kasus covid-19 di seluruh dunia telah bertambah lebih dari dua kali lipat dalam hitungan enam pekan.
 
Berdasarkan data terbaru Johns Hopkins University pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 12,4 juta dengan 559 ribu lebih kematian dan 6.836.565 pasien sembuh.
 
Untuk India, total kasusnya kini telah melewati angka 793 ribu dengan 21.604 kematian dan 495.516 pasien sembuh.
 
Menurut Tedros, aksi agresif yang digabungkan dengan kesatuan nasional dan solidaritas global dibutuhkan untuk mengendalikan pandemi covid-19.
 
"Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, mulai dari negara-negara yang angka kasusnya terus meningkat hingga ke tempat-tempat yang mulai melonggarkan pembatasan," sebut Tedros.
 

(WIL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif