NEWSTICKER
PM Spanyol Pedro Sanchez. (Foto: AFP)
PM Spanyol Pedro Sanchez. (Foto: AFP)

Spanyol Bersiap Hadapi Puncak Gelombang Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 22 Maret 2020 08:25
Madrid: Pemerintah Spanyol mengaku akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menghadapi pandemi virus corona (covid-19) yang kian memburuk dari hari ke hari. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menilai puncak pandemi belum terjadi dan menyerukan semua pihak untuk bersiap menghadapinya.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins per hari ini, Minggu 22 Maret 2020, jumlah kasus covid-19 di Spanyol mencapai 25.374 dengan 1.375 kematian dan 2.125 pasien sembuh.
 
"Kita belum menerima dampak terkuat dan paling merusak dari gelombang (covid-19), yang akan menguji kapasitas material serta moral kita," ujar PM Sanchez dalam sebuah konferensi pers.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari Guardian, PM Sanchez mengatakan Spanyol belum pernah menghadapi situasi seperti saat ini sejak berakhirnya perang sipil di periode 1936-1939. Kala itu, perang telah menewaskan sekitar setengah juta jiwa.
 
Mencoba bertahan di tengah pandemi covid-19, PM Sanchez mengatakan bahwa pemerintahannya berencana memproduksi berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk memerangi virus tersebut.
 
Pekan kemarin, Spanyol mendeklarasikan status darurat nasional untuk 15 hari ke depan. Di bawah lockdown berskala nasional ini, semua orang dilarang untuk keluar rumah kecuali untuk urusan-urusan darurat.
 
PM Sanchez mengaku tidak akan memperketat lockdown saat ini karena menilai masyarakat Spanyol sudah meresponsnya dengan baik. Ia juga tidak menyinggung mengenai kemungkinan memperpanjang status darurat covid-19 di seantero Spanyol.
 
Spanyol adalah negara kedua setelah Italia yang terkena dampak paling parah dari covid-19 di benua Eropa. Beberapa pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa saat ini Eropa telah menjadi pandemi covid-19, setelah virus itu pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir Desemeber 2019.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif