Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Investasi Besar, AS Klaim Berhak Lebih Dulu Terima Vaksin Covid-19

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 14 Mei 2020 10:06
New York: Produsen obat Prancis Sanofi SA mengatakan bahwa mereka sedang bekerja dengan regulator Eropa untuk mempercepat akses ke vaksin korona yang potensial di Eropa. Sebelumnya CEO Sanofi menyebutkan warga Amerika kemungkinan akan mendapatkan vaksin terlebih dahulu.
 
Pihak perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa saat ini sedang dalam pembicaraan dengan Uni Eropa dan pemerintah Prancis dan Jerman untuk mempercepat pengembangan vaksin regional.
 
Sanofi, yang divisi Pasteur memiliki rekam jejak yang kuat dalam memproduksi vaksin influenza, bekerja sama dengan saingannya dari Inggris GlaxoSmithKline Plc bulan lalu, untuk menghasilkan kandidat vaksin yang diharapkan. Vaksin itu akan siap tahun depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan telah menerima dukungan keuangan dari Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) dari Kementerian Kesehatan AS.
 
Mengingat dukungan dari BARDA, dosis yang diproduksi di Amerika Serikat diharapkan untuk diberikan kepada pasien AS terlebih dahulu. Jelas prospek ini telah meningkatkan kekhawatiran di Eropa.
 
"Pemerintah AS memiliki hak untuk memesan terbesar lebih dahulu karena berinvestasi dalam mengambil risiko," kata CEO Sanofi Paul Hudson dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, Rabu, yang dikutip Channel News Asia, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Hudson mengatakan bahwa Amerika Serikat mengharapkan untuk mendapatkan dosis vaksinnya terlebih dahulu.
 
"Kami sangat dianjurkan untuk melihat mobilisasi Komisi Uni Eropa selama beberapa minggu terakhir, mengeksplorasi langkah-langkah serupa yang dapat mempercepat pengembangan vaksin dan akses ke populasi Eropa," kata Sanofi dalam pernyataannya.
 
Pihak Sanofi mengatakan bahwa sisa kapasitas produksi vaksinnya akan mencakup Eropa dan seluruh dunia.
 
Menurut data Universitas Johns Hopkins, Kamis 14 Mei 2020 jumlah kasus positif secara global mencapai 4.343.646. Adapun korban meninggal telah menyentuh angka 297.018 jiwa dan pasien yang sembuh mencapai 1.547.406 jiwa.
 
Sementara kasus positif covid-19 di AS mencapai 1.388.936, dengan korban meninggal mencapai 84.106 jiwa. Adapun mereka yang sembuh mencapai 243.430.
 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif