WHO khawatirkan 'infodemik' bisa rusak upaya vaksinasi covid-19. Foto: AFP
WHO khawatirkan 'infodemik' bisa rusak upaya vaksinasi covid-19. Foto: AFP

WHO: Berita Palsu Merusak Upaya Vaksinasi Covid-19

Internasional WHO covid-19 vaksin covid-19
Fajar Nugraha • 26 November 2020 16:06

Rachel O'Brien, Kepala Departemen imunisasi WHO, mengatakan badan PBB tersebut khawatir informasi palsu yang disebarkan oleh apa yang disebut gerakan ‘anti-vaxxer’ dapat menghalangi orang untuk mengimunisasi diri mereka sendiri terhadap virus korona.
 
"Kami sangat prihatin tentang itu dan prihatin bahwa orang-orang mendapatkan info mereka dari sumber yang dapat dipercaya. Mereka sadar bahwa ada banyak informasi di luar sana yang salah, entah sengaja salah atau tidak sengaja," ujar O’Brien kepada AFP.

Ragu akan vaksin

Steven Wilson, seorang profesor di Brandeis University dan salah satu penulis studi berjudul ‘Social Media and Vaccine Hesitancy’ yang diterbitkan di British Medical Journal bulan lalu, melihat hubungan antara kampanye disinformasi online dan penurunan vaksinasi.
 
“Ketakutan saya terkait dampak disinformasi di media sosial dalam konteks covid-19 akan meningkatkan jumlah individu yang ragu untuk mendapatkan vaksin. Meski ketakutan mereka tidak memiliki dasar ilmiah,” sebutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Vaksin apa pun hanya seefektif kapasitas kami untuk menyebarkannya ke suatu populasi,” imbuh Wilson.
 
Di antara klaim yang lebih aneh oleh para ahli teori konspirasi, misalnya, adalah gagasan bahwa pandemi virus korona adalah tipuan atau bagian dari rencana elit, yang didalangi oleh orang-orang seperti Bill Gates, untuk mengendalikan populasi.
 
Dan program vaksinasi, kata kelompok-kelompok itu, adalah perisai untuk menanamkan chip mikroskopis pada orang untuk memantaunya.
 
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif