Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS Robert Redfield. Foto: AFP
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS Robert Redfield. Foto: AFP

Kepala Badan Kesehatan AS Melawan Trump Terkait Covid-19

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 29 September 2020 09:04
Washington: Kepala badan kesehatan pemerintah Amerika Serikat (AS) membantah penilaian optimis Presiden Donald Trump tentang pandemi virus korona. Menurutnya, kondisi pandemi di AS masih jauh dari kata berakhir.
 
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield -,yang pernah ditegur Trump atas pernyataan tentang nilai masker dan ketersediaan vaksin,- menilai optimisme Trump patut dipertanyakan.
 
Dalam panggilan telepon, Redfield juga mengatakan ancaman dari pandemi virus korona masih jauh dari selesai, bertentangan dengan pernyataan Trump. Donald Trump yang berupaya untuk kembali terpilih pada Pilpres AS November mendatang, mengatakan bahwa akhir dari covid-19 sudah dekat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita belum mencapai akhir," kata Redfield dalam sebuah program wawancara dengan NBC, seperti dikutip CNN, Selasa 29 September 2020.
 
Redfield juga menyatakan keprihatinan bahwa penasihat di Gugus Tugas Covid-19 Gedung Putih, Scott Atlas yang dinilai berbagi ketidakakuratan informasi dengan presiden.
 
"Semua yang dia (Atlas) katakan salah," imbuh Redfield .
 
Redfield secara mencolok absen dari acara di Gedung Putih di mana Trump mengumumkan rencana untuk mengirimkan 150 juta tes cepat ke negara bagian AS. Atlas yang seorang ahli saraf tanpa latar belakang penyakit menular, berbicar mengenai keberhasilan tes itu.

 
Atlas menyebut pengujian yang diperluas sebagai ‘kemajuan luar biasa’ tetapi mengakui bahwa peningkatan pengujian sosial telah menyebabkan peningkatan kasus covid-19 di beberapa bagian negara.
 
"Ketakutan bukanlah masalah di sini. Kami benar-benar tahu apa yang terjadi,” tegas Atlas.
 
Jumlah tes yang kembali positif untuk covid-19 mencapai 25 persen di beberapa negara bagian di Midwest AS karena kasus dan rawat inap juga meningkat di wilayah tersebut. Pakar kesehatan telah menyatakan keprihatinan tentang gelombang kedua infeksi karena cuaca semakin dingin dan orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan.
 
Trump secara terbuka menolak kesaksian anggota Kongres dari Redfield awal bulan ini ketika vaksin dapat diluncurkan secara luas, menyebutnya "bingung." Presiden juga mengkritik Redfield karena mengatakan masker bisa sama efektifnya dengan vaksin.
 
"Jika kita semua melakukannya, pandemi ini akan berakhir dalam delapan hingga 12 minggu," tutur Redfield kepada NBC.
 
CDC mengatakan, komentar tentang Atlas yang didengar oleh NBC hanyalah satu sisi dari "diskusi pribadi mengenai sejumlah poin yang dia buat secara publik tentang COVID-19" dan tidak memberikan konteks untuk diskusi itu.
 
“Redfield berbeda dengan Atlas tentang penggunaan masker, infeksi covid-19 di kalangan remaja, dan status kekebalan komunitas. Tetapi setuju dengannya tentang banyak masalah lain,” kata CDC dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Matthews mengatakan penasihat Trump terkadang tidak setuju, dan bahwa presiden membuat keputusan kebijakan berdasarkan semua informasi yang dia terima. Gedung Putih tidak segera berkomentar ketika ditanya apakah posisi Redfield dalam bahaya.
 
"Ketika Presiden kehilangan kepercayaan pada seseorang, Anda akan mengetahuinya," kata seorang pejabat senior pemerintahan.
 
Atlas, yang tidak memiliki keahlian kesehatan masyarakat, membela nasihatnya kepada presiden. "Semua yang saya katakan langsung dari data dan sains," katanya.
 
Pandangan Atlas tentang penanganan pandemi telah dikecam oleh rekan-rekannya di sekolah kedokteran Universitas Stanford dan pakar kesehatan lainnya.

 
(FJR)
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif