Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hadir dalam pesan video di ruang parlemen Portugal di Lisbon, 21 April 2022. (PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hadir dalam pesan video di ruang parlemen Portugal di Lisbon, 21 April 2022. (PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

Zelensky Tegaskan Rusia Mengincar Negara Lain setelah Ukraina

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 23 April 2022 18:03
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa invasi Rusia di negaranya baru merupakan permulaan, dan Moskow disebutnya memiliki rencana untuk merebut negara-negara lain. Pernyataan disampaikan Zelensky usai seorang jenderal Rusia mengatakan bahwa Negeri Beruang Merah ingin menguasai penuh wilayah selatan dan timur Ukraina.
 
"Semua negara yang sama seperti kami, yang meyakini kemenangan atas kehidupan ketimbang kematian, harus berjuang bersama kami," seru Zelensky, dikutip dari Gulf Today, Sabtu, 23 April 2022.
 
"Mereka harus membantu kami, karena kami adalah yang pertama (diinvasi Rusia). Dan siapa yang akan diinvasi berikutnya?" tanya dia dalam sebuah pesan video pada Jumat malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengenai rencana militer terbaru Rusia di Ukraina, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan bahwa ada "kemungkinan realistis" bahwa perang di Ukraina akan terus berlanjut dalam waktu lama.
 
Pernyataan disampaikan PM Johnson dalam kunjungannya ke India, usai Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mendeklarasikan rencana Moskow dalam mengubah metode peperangan di Ukraina, yang kini telah memasuki hari ke-59.
 
Kemenhan Inggris menginterpretasikan pernyataan Shoigu sebagai "pengakuan diam-diam" atas perang di Ukraina yang tidak berjalan sesuai harapan Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
Baca:  PM Inggris Sebut Perang di Ukraina Kemungkinan Berlangsung Cukup Lama
 
Sementara di Rusia, Kremlin akhirnya mengakui adanya korban jiwa dalam peristiwa tenggelamnya kapal Moskova. Rusia menyebut satu kru Moskva tewas dan 27 lainnya dinyatakan hilang.
 
Kendati mengakuinya, Rusia menegaskan Moskva tenggelam bukan karena terkena rudal Ukraina, melainkan ledakan amunisi di atas kapal. Namun menurut keterangan Pentagon, Moskva tenggelam usai terkena dua rudal Ukraina.
 
Di AS, Menteri Luar Negeri Antony Blinken telah bertemu PM Ukraina Denys Shmyhal. Zelensky mengatakan bahwa para sekutu akhirnya mengirimkan senjata ke Kiev sesuai dengan yang diminta sebelumnya.
 
Kamis kemarin, Presiden AS Joe Biden telah menyerukan tambahan bantuan militer untuk Ukraina dengan nilai sebesar USD800 juta. Bantuan ini meliputi artileri berat, amunisi dan drone. Satu hari setelahnya, Kanada juga menyalurkan tambahan artileri ke Ukraina.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif