Juru bicara Kementerlan Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. (Yuri KADOBNOV / AFP)
Juru bicara Kementerlan Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. (Yuri KADOBNOV / AFP)

Rusia Bantah Tuduhan Inggris Soal Rencana Mengganti Pemimpin Ukraina

Internasional Amerika Serikat nato Inggris rusia Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 23 Januari 2022 16:03
Moskow: Kementerian Luar Negeri Rusia membantah tuduhan Inggris yang menyebutkan bahwa Moskow berniat mengganti pemimpin di Ukraina dengan tokoh pro-Moskow. Tuduhan dari Inggris dilayangkan di tengah ketegangan terkait potensi terjadinya invasi Rusia ke Ukraina.
 
Menurut Rusia, tudingan Inggris merupakan upaya lain dari negara-negara Barat dalam meningkatkan ketegangan di kawasan.
 
"Disinformasi yang disebarkan Kemenlu Inggris adalah bukti lain bahwa negara-negara NATO, dipimpin oleh Anglo-Saxons, berusaha meningkatkan ketegangan di sekitar Ukraina," ungkap pernyataan Kemenlu Rusia, dikutip dari Mehr News Agency, Minggu, 23 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami meminta pihak-pihak terkait untuk menghentikan tindakan provokatif," sambungnya.
 
Pernyataan resmi Kemenlu Rusia dirilis tak lama usai tuduhan meluncur dari London. Dalam tudingan disebutkan bahwa Kremlin sedang mempersiapkan seorang "tokoh pro-Rusia" di Ukraina dengan cara menghubungi beberapa mantan politisi Kiev.
 
Baca:  Inggris Tuduh Rusia Berusaha Tempatkan Pemimpin Pro-Moskow di Ukraina
 
Kemenlu Inggris tidak menghadirkan bukti konkret atas tuduhan, dengan hanya mengatakan bahwa tim investigator memiliki "informasi yang mengindikasikan bahwa pemerintah Rusia sedang berusaha mendorong munculnya seorang tokoh pro-Moskow di Kiev, baik untuk keperluan invasi atau pendudukan."
 
Tudingan serius dari Inggris muncul usai juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova menekankan bahwa Negeri Beruang Merah telah mengantisipasi munculnya aksi-aksi provokatif dari Barat dan Ukraina.
 
Ketegangan saat ini dipicu penumpukan pasukan Rusia dekat perbatasan Ukraina. Amerika Serikat dan para sekutunya khawatir Rusia dapat sewaktu-waktu menginvasi Ukraina. Moskow berulang kali membantah tudingan tersebut.
 
Alih-alih menginvasi, Rusia mengaku hanya meminta jaminan keamanan dari Barat, salah satunya adalah memastikan Ukraina tidak akan pernah menjadi anggota NATO.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif