Presiden Amerika Serikat Donald Trump inginkan pertemuan G7 secara langsung. Foto: AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump inginkan pertemuan G7 secara langsung. Foto: AFP

WHO Catat Kenaikan Kasus Covid-19, Trump Ajukan Pertemuan G7

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 21 Mei 2020 14:16
Washington: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu 20 Mei 2020 melaporkan peningkatan terbesar dalam satu hari dalam kasus virus corona. Di saat bersamaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan menjadi tuan rumah para pemimpin dunia untuk KTT G7 sebagai tanda ‘normalisasi’.
 
Trump, yang berusaha untuk menghidupkan kembali ekonomi AS yang hancur dan nasib politiknya menjelang pemilihan presiden November, sekali lagi mengecam Tiongkok. Trump menilai Tiongkok tidak mampu bertanggung jawab atas ‘pembunuhan massal di seluruh dunia ini.’
 
WHO yang juga menjadi target kecaman Trump lainnya, mengatakan bahwa 106.662 kasus virus dilaporkan ke agensi AS pada Selasa. Ini adalah jumlah yang paling banyak dalam satu hari sejak wabah meletus di kota Wuhan di Tiongkok pada Desember.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika angka kematian global mencapai 328.191dan jumlah kasus mencapai lima juta, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ‘sangat prihatin’ tentang situasi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
 
Ketika jumlah kasus meningkat, dan Amerika Serikat menambahkan lebih dari 1.500 kematian dalam 24 jam terakhir, Trump mengatakan negara itu ‘Transisi kembali ke Kebesaran’. Dia pun menginginkan KTT G7 pada Juni mendatang dilaksanakan di Camp David.
 
"Saya sedang mempertimbangkan menjadwal ulang G7, pada tanggal yang sama atau serupa, di Washington DC, di Camp David yang legendaris," katanya di Twitter, sepert dikutip AFP, Kamis, 21 Mei 2020.
 
“Anggota lain juga memulai COMEBACK mereka. Itu akan menjadi pertanda bagus bagi semua, normalisasi!,” celoteh Trump.
 
Juru Bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan pertemuan tatap muka, alih-alih melalui konferensi video seperti yang telah direncanakan, akan menjadi "pertunjukan kekuatan dan optimisme."
 
Negara-negara G7 yang tergabung di dalamnya termasuk, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, secara bergiliran menyelenggarakan pertemuan tahunan.
 
Namun tanggapan pada pemimpin anggota G7 sepertinya tidak terlalu antusias.
 
Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia akan menghadiri KTT jika ‘kondisi kesehatan memungkinkan.’ Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia akan ‘menunggu dan melihat apa yang terjadi.’
 
Universitas Johns Hopkins pada Kamis 21 Mei 2020 menyebutkan virus ini telah menginfeksi warga dunia hingga 5.000.561 orang dan menyebabkan 328.191 kematian. Adapun warga yang sembuh mencapai 1.89.675 orang.
 

 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif