Menlu AS Mike Pompeo. (Foto: AFP)
Menlu AS Mike Pompeo. (Foto: AFP)

Menlu AS Kutuk Serangan di RS Bersalin Kabul

Internasional taliban taliban afghanistan
Arpan Rahman • 13 Mei 2020 09:41
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengutuk keras serangan militan di sebuah rumah sakit bersalin di Kabul, Afghanistan. Dua bayi beserta 12 ibu dan perawat tewas dalam serangan yang terjadi pada Selasa pagi itu.
 
"Segala jenis serangan terhadap orang tak berdosa merupakan perbuatan yang tak dapat dimaafkan. Tapi serangan terhadap balita dan ibu hamil merupakan tindak kejahatan keji," tuturnya, dilansir dari BBC, Rabu 13 Mei 2020.
 
Dalam serangan terpisah, militan menyerang sebuah acara pemakaman yang menewaskan sedikitnya 26 orang. Pompeo juga mengutuk keras serangan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Teroris yang menyerang para pelayat hanya berusaha merusak ikatan kuat di tengah masyarakat. Mereka tidak akan pernah bisa berhasil melakukan itu," kata Pompeo.
 
"Terjadi saat bulan suci Ramadan dan juga di tengah ancaman covid-19, serangan ganda ini benar-benar mengerikan," tambahnya.
 
Usai terjadinya serangan di Kabul, Presiden Ashraf Ghani memerintahkan kelanjutan operasi melawan Taliban dan kelompok militan lainnya. Ia menuduh para militan mengabaikan seruan untuk menurunkan aksi kekerasan.
 
Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengaku tidak menyerang rumah sakit bersalin di Kabul, namun mengklaim serangan di sebuah pemakaman. Taliban juga membantah terlibat dalam serangan di rumah sakit bersalin.
 
Rumah sakit bersalin di Kabul merupakan milik pemerintah yang sebagian operasionalnya dijalankan organisasi Doctors Without Borders atau MSF. Sejumlah staf di rumah sakit tersebut adalah warga negara asing.
 
Serangan di rumah sakit Barchi Hospital 100 Bed Hospital tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Warga lokal mengaku mendengar dua ledakan yang kemudian diikuti tembakan senjata api.
 
Pada 2017, militan ISIS yang menyamar menjadi staf medis menyerang rumah sakit militer di Kabul. Sebanyak 50 orang tewas dalam serangan tersebut.
 
Taliban juga tercatat pernah menyerang beberapa rumah sakit. September tahun lalu, 20 orang tewas saat truk berisi bom diledakkan militan Taliban di luar sebuah rumah sakit di provinsi Zabul.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif