Warga Ukraina di Mariupol yang hendak menyelamatkan diri. Foto: AFP
Warga Ukraina di Mariupol yang hendak menyelamatkan diri. Foto: AFP

Ukraina Identifikasi Lebih dari 8.000 Kasus Dugaan Kejahatan Perang

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 29 April 2022 19:03
Kiev: Penyelidik Ukraina mengidentifikasi lebih dari 8.000 kasus dugaan kejahatan perang sejak invasi Rusia. Hal ini disampaikan Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova kepada saluran TV Jerman.
 
“Sebenarnya 8.600 kasus hanya tentang kejahatan perang, dan lebih dari 4.000 kasus terkait dengan kejahatan perang,” kata Venediktova kepada penyiar Deutsche Welle, pada Kamis 28 April 2022, dikutip dari The National, Jumat 29 April 2022.
 
Venediktova telah menyelidiki dan menghitung meningkatnya kasus dugaan kejahatan oleh pasukan Rusia sejak invasi mereka ke Ukraina pada 24 Februari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sekarang ada lebih dari 8.000 penyelidik yang mengumpulkan bukti, termasuk dinas keamanan negara, polisi nasional, dan penyelidik asing,” imbuhnya.
 
“Dugaan kejahatan yang didokumentasikan termasuk pembunuhan warga sipil, pemboman infrastruktur sipil, penyiksaan dan kejahatan seksual yang dilaporkan di "wilayah pendudukan Ukraina,” Venediktova.
 
Penyelidik tidak memiliki akses ke wilayah pendudukan seperti Mariupol, Donetsk atau Luhansk, tetapi "kami dapat mewawancarai orang-orang yang dievakuasi dari wilayah itu", katanya.
 
Mereka juga menggunakan "koneksi radio dan koneksi audio penghuni".
 
Pada sesi PBB di New York pada Rabu, seorang pejabat senior AS juga berbicara tentang informasi yang dapat dipercaya bahwa kejahatan perang mungkin telah dilakukan di Donetsk.
 
"Kami sekarang memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa unit militer Rusia yang beroperasi di sekitar Donetsk mengeksekusi warga Ukraina yang berusaha untuk menyerah, daripada menahan mereka," kata Beth Van Schaack, Duta Besar AS untuk Peradilan Pidana global.
 
"Jika benar, ini akan melanggar prinsip inti hukum perang,” sebutnya.
 
Venediktova telah menghabiskan dua bulan terakhir bepergian melalui Ukraina yang kosong untuk mengumpulkan bukti.
 
Kasus-kasus yang sudah mulai diselidikinya pada Maret termasuk rumah sakit bersalin yang dihancurkan oleh penembakan dan teater yang terbakar yang telah melindungi anak-anak.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif