WHO peringatjkan Omicron dapat timbulkan varian covid-19 baru yang lebih bahaya./AFP
WHO peringatjkan Omicron dapat timbulkan varian covid-19 baru yang lebih bahaya./AFP

WHO Sebut Omicron Berisiko Munculkan Varian Lain yang Lebih Berbahaya

Internasional Virus Korona WHO covid-19 Omicron Varian Omicron
Marcheilla Ariesta • 05 Januari 2022 13:44
Jenewa: Melonjaknya kasus Omicron di seluruh dunia dapat meningkatkan risiko munculnya varian baru yang lebih berbahaya. Peringatan ini disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Saat ini, varian Omicron menyebar sangat cepat di seluruh dunia. Penyebarannya lebih parah daripada yang diperkirakan pada awalnya.
 
Omicron muncul di tengah harapan pandemi dapat diatasi dan kehidupan kembali normal. Namun, karena varian Omicron muncul, pembatasan kembali berlaku di beberapa negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat darurat senior WHO, Catherine Smallwood mengatakan, tingkat infeksi yang melonjak dapat memiliki efek parah. "Semakin banyak Omicron menyebar, semakin banyak transmisi dan replikasinya, semakin besar kemungkinannya untuk mengeluarkan varian baru," kata Smallwood kepada AFP, Rabu, 5 Januari 2022.
 
Baca juga: WHO Pantau Varian IHU yang Terdeteksi di Prancis
 
"Sekarang, Omicron memang dapat menyebabkan kematian yang mungkin lebih rendah dari Delta. Namun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan (jika Omicron semakin menyebar)," lanjutnya.
 
Eropa telah mencatat lebih dari 100 juta kasus Covid-19 sejak awal pandemi. Lebih dari lima juta kasus baru tercatat beberapa pekan sebelum akhir 2021.
 
"Kita berada dalam fase yang sangat berbahaya. Kita melihat tingkat infeksi yang tajam di Eropa Barat, dan dampak penuhnya belum jelas," terang Smallwood.
 
Ia mencatat, mungkin ada penurunan risiko rawat inap pada varian Omicron. Namun, varian baru ini dapat menimbulkan ancaman lebih besar karena banyaknya kasus.
 
"Bahkan dalam sistem kesehatan yang canggih dan berkapasitas baik, ada perjuangan nyata yang terjadi saat ini. Kemungkinan ini akan terjadi di seluruh wilayah saat Omicron mendorong kasus kian meningkat," pungkas dia.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif