Kampanye Trump sepi pendukung. Foto: AFP.
Kampanye Trump sepi pendukung. Foto: AFP.

Trump Diyakini Kalah Pilpres AS 2020

Internasional donald trump
Marcheilla Ariesta • 28 Juli 2020 21:35
Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diyakini akan kalah dalam pemilihan presiden AS 2020. Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal meyakini hal tersebut.
 
Dino mengatakan saat ini kepercayaan publik terhadap Trump menurun. Dengan ketidakpuasan warga AS, maka Trump kemungkinan besar tidak akan terpilih lagi.
 
"Saat ini sudah berbeda dengan pilpres 2016. Feel good factor-nya (Trump) sudah hilang. Di AS itu ada faktor yang menentukan, dan kalau orang AS sudah tidak puas, maka mereka akan menggantinya," tutur Dino dalam diskusi virtual bertajuk 'Dampak Pemilu AS terhadap Hubungan RI-AS', Selasa, 28 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan bahwa pilpres di Negeri Paman Sam adalah yang paling penting di dunia. Pasalnya, dampaknya akan terasa secara langsung ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
 
Dino mengungkapkan di bawah kepemimpinan Trump, pengangguran di negara itu menurun menjadi 3,5 persen. Ini merupakan salah satu yang terendah dalam 50 tahun terakhir.
 
Namun, akibat pandemi pengangguran di AS meningkat menjadi 27 juta orang. Ini membuatnya menjadi tidak dipercaya publik.
 
Selain itu, faktor lain membuat kepercayaan terhadap Trump menurun adalah karena kasus George Floyd, warga kulit hitam AS yang meninggal karena kekerasan oleh polisi secara rasial.
 
"Jadi, kita perlu antisipasi bahwa Joe Biden, saya prediksi naik sebagai presiden," tuturnya.
 
Di kesempatan sama, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana menilai Trump masih memiliki kekuatan. Menurut Hikmahanto, pendukung kuat Trump adalah masyarakat kulit putih AS dari kalangan menengah ke atas.
 
"Masyarakat kulit putih dari kalangan ekonomi menengah ke atas menilai bahwa sosok semacam Trump inilah yang betul-betul presiden," jelas Hikmahanto.
 
"Namun yang jadi pertanyaannya, apakah warga dari kalangan menengah ke atas ini akan berubah? Mungkin akan ada yang berubah. Tetapi ada juga yang dianggap menilai Trump adalah sosok yang mewakili mereka," ucapnya.
 
Selain itu, lobi dari Yahudi juga masih menjadi kekuatan Trump. Nantinya, lobi tersebut menghasilkan uang, sehingga menurut Hikmahanto, bukan tidak mungkin Trump kembali jadi presiden.
 
Kekuatan media juga mempengaruhi terpilihnya Trump kembali. "Foxnews adalah andalan Trump. Pemberitaan dari media pendukung Trump ini bisa menjadi sarana baik baginya," terangnya.
 
Karenanya, Hikmahanto secara gamblang tidak bisa memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang pilpres AS 2020. Menurutnya, semua tergantung variabel yang dimainkan Trump.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif