Sebuah sesi di DK PBB. (Foto: AFP)
Sebuah sesi di DK PBB. (Foto: AFP)

DK PBB Sepakati Perubahan Rute Bantuan di Suriah

Internasional krisis suriah konflik suriah
Willy Haryono • 12 Juli 2020 13:04
New York: Setelah berselisih paham selama berhari-hari, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akhirnya sepakat mengurangi operasi penyaluran bantuan dari Turki ke Suriah barat laut. DK PBB menyepakatinya usai Rusia dan Tiongkok mengancam akan memutus semua rute bantuan ke Suriah.
 
Selama ini, Rusia meminta agar seluruh bantuan kemanusiaan untuk Suriah disalurkan melalui rute Damaskus. Dengan begitu, Pemerintah Suriah di bawah Presiden Bashar al-Assad dapat mengetahui jenis bantuan serta penyalurannya.
 
Rusia, negara sekutu Suriah, tidak ingin bantuan kemanusiaan disalurkan melalui wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Demi kepentingan hampir 3 juta warga sipil yang mengandalkan perlintasan Bab al-Hawa, DK PBB harus mencapai suatu kompromi," kata Duta Besar Belgia untuk PBB, Marc Pecsteen de Buytswerve, dilansir dari laman Voice of America.
 
Setelah melewati rangkaian pemungutan suara yang diwarnai hak veto dari Selasa hingga Jumat kemarin, DK PBB tunduk pada keinginan Rusia pada Sabtu 11 Juli 2020. DK PBB sepakat menutup perlintasan Bab al-Salaam di utara Aleppo, yang artinya sekitar 1,3 juta warga Suriah di wilayah pemberontak akan kehilangan akses bantuan kemanusiaan PBB.
 
Sementara perlintasan Bab al-Hawa masih akan dibuka hingga setahun ke depan. Kompromi di DK PBB tercapai beberapa jam usai mandat operasi penyaluran bantuan ke Suriah berakhir pada Jumat dini hari.
 
Resolusi penutupan Bab al-Hawa diadopsi lewat 12 suara dukungan dan dua abstain dari Rusia dan Tiongkok. Meski mendapat apa yang mereka inginkan, Rusia memilih abstain karena menilai proses negosiasi di DK PBB berlangsung secara tidak terhormat.
 
"Kita sebenarnya bisa mencapai hasil ini sejak awal," kata Wakil Dubes Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy.
 
Selain dilanda konflik bersenjata dan juga pandemi virus korona (covid-19), Suriah juga dihadapkan pada krisis finansial. Mata uangnya terjun bebas, harga komoditas meroket, sehingga membuat warga Suriah kesulitan membeli makanan. Hal ini membuat banyak warga di negara tersebut hanya bisa mengandalkan bantuan kemanusiaan.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif