Dubes RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi (dua kiri) dalam peresmian Center for ASEAN Countries Studies di Kiev, Ukraina, 19 Oktober 2021. (KBRI Kiev)
Dubes RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi (dua kiri) dalam peresmian Center for ASEAN Countries Studies di Kiev, Ukraina, 19 Oktober 2021. (KBRI Kiev)

Center for ASEAN Countries Studies Berdiri di Universitas Terbaik Ukraina

Internasional ukraina asean indonesia-ukraina
Willy Haryono • 23 Oktober 2021 08:50
Kiev: Pada 19 Oktober 2021, Center for ASEAN Countries Studies resmi berdiri di Institute of International Relations, Universitas Taras Shevchenko, Kiev, Ukraina. Berdirinya lembaga ini merupakan hasil kolaborasi, koordinasi dan kerja sama erat antara Kedutaan Besar negara-negara ASEAN dengan Kementerian Luar Negeri Ukraina dan Universitas Taras Shevchenko yang merupakan universitas terbaik di Ukraina.
 
Pembukaan Center diresmikan langsung Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, dan dihadiri Rektor Universitas Taras Shevchenko, Prof. Volodymyr Bugrov, Duta Besar RI untuk Ukraina, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, Dubes Vietnam, Nguyen Hong Thach, Chargè D'Affaires Kedubes Malaysia, Fadhilah Daud dan Direktur Institute of International Relations, Prof. Valerii Kopiika.
 
Menlu Ukraina Dmytro Kuleba dalam menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi kerja keras antara Kemenlu Ukraina, Universitas Taras Shevchenko serta seluruh Kedutaan Besar negara ASEAN di Ukraina. Center ini merupakan wujud nyata peningkatan kepentingan Ukraina di Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ukraina akan mempelajari kesuksesan komunitas ASEAN dalam melakukan integrasi politik, sosial, kemanan, ekonomi dan sosio-kultural dari negara-negara yang memiliki banyak perbedaan.
 
Dalam keterangan di situs Kemenlu RI, Jumat, 22 Oktober 2021,  Dubes Yuddy menyampaikan bahwa Center yang baru diresmikan ini dapat menjadi tempat di mana peneliti, pengamat dan para mahasiswa/pelajar berkumpul untuk saling bertukar informasi dan juga memberikan pandangan ahli kepada pemerintah mengenai kebijakan yang harus diambil sekaligus memprediksi dampak dari kebijakan tertentu.
 
Lebih  lanjut, Dubes Yuddy menyatakan keberadaan Center ini dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan peningkatan volume perdagangan Ukraina-ASEAN hingga USD5 miliar sebagaimana disampaikan Menlu Kuleba di awal masa jabatannya. Dalam tahap awal, dapat difokuskan diskusi dalam menciptakan global hub untuk produksi dan meningkatkan kelancaran arus transportasi barang dan jasa yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
 
Keberadaan Center for ASEAN Countries Studies dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan negara-negara ASEAN dan berbagai potensi yang dimilikinya kepada publik Ukraina, khususnya potensi ekonomi dan sosial budaya.
 
Selain itu, lembaga ini dapat berperan sebagai wahana memperkaya wawasan masyarakat Ukraina mengenai organisasi ASEAN dan perannya di tingkat kawasan dan dunia. Berdirinya lembaga ini diharapkan dapat menjembatani kerja sama yang lebih erat antara negara-negara ASEAN dan Ukraina di berbagai bidang.
 
Baca:  Pindad Jalin Kerja Sama dengan Industri Pertahanan Ukraina
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif