Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Foto: AFP
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Foto: AFP

Jenderal AS Sebut Korut Timbulkan Bahaya Nyata Bagi Negaranya

Fajar Nugraha • 06 April 2022 11:06
Washington: Program rudal nuklir dan balistik Korea Utara (Korut) menimbulkan bahaya nyata bagi Amerika Serikat (AS), serta sekutu dan mitra di Indo-Pasifik. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley pada Selasa 5 Maret 2022.
 
Milley juga mengatakan, Korea Utara tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah dalam upayanya untuk lebih memajukan kemampuan militernya.
 
“Pengujian dan pengembangan senjata yang terus dilakukan oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) merupakan ancaman nyata bagi sekutu dan mitra kami di Indo-Pasifik serta tanah air,” kata jenderal Angkatan Darat dalam kesaksian tertulis yang disampaikan kepada Komite Persenjataan DPR AS, seperti dikutip Yonhap, Rabu 6 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“DPRK terus meningkatkan kemampuan rudal balistiknya dan memiliki kapasitas teknis untuk menghadirkan bahaya nyata bagi tanah air AS serta sekutu dan mitra kami di seluruh Indo-Pasifik,” tambahnya, merujuk pada Korea Utara dengan nama resminya.
 
Korea Utara melakukan 12 putaran uji coba rudal tahun ini, termasuk tujuh di Januari saja yang menandai jumlah terbesar peluncuran rudal yang telah dilakukan dalam satu bulan.
 
Sementara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin setuju bahwa Korea Utara menghadirkan ‘ancaman terus-menerus’ kepada Negeri Paman Sam.
 
"Kami menghadapi ancaman terus-menerus dari Korea Utara, dengan persenjataan nuklirnya dan mengembangkan kemampuan misilnya," katanya dalam kesaksian tertulisnya sendiri kepada komite angkatan bersenjata DPR AS.
 
Para pejabat di Seoul dan Washington mengatakan Korea Utara tampaknya sedang memperbaiki terowongan bawah tanah di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri yang konon dibongkar pada 2018 sebagai bukti kesediaannya untuk melakukan denuklirisasi.
 
Pyongyang pada Januari mengatakan akan memulai kembali "semua kegiatan yang ditangguhkan sementara”. Ini tampaknya mengacu pada moratorium yang diberlakukan sendiri pada uji coba nuklir dan rudal jarak jauh.
 
Negara itu menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pada 24 Maret, menandai uji coba ICBM pertamanya sejak November 2017.
 
"(Korea Utara) tidak menunjukkan tanda-tanda mengalah dalam fokus rabun mereka pada kemampuan militer dengan mengorbankan warga mereka dan perdamaian Semenanjung Korea serta seluruh wilayah," tegas Milley.
 
Kementerian Pertahanan AS sebelumnya mengajukan permintaan untuk peningkatan 4,1 persen dalam pengeluaran pertahanan untuk tahun fiskal 2023, sebagian dengan alasan ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara.
 
Pemerintahan Joe Biden mengajukan USD813,3 miliar dalam pengeluaran pertahanan keseluruhan untuk tahun fiskal 2023, termasuk anggaran USD733 miliar untuk departemen pertahanan.
 
Sementara itu, komandan Komando Siber AS mengatakan bahwa Korea Utara juga menimbulkan ancaman siber bagi AS dengan keinginan yang meningkat untuk bertindak atas ancaman tersebut.
 
"Iran dan Korea Utara adalah musuh dunia maya yang tumbuh dalam kecanggihan dan kemauan untuk bertindak," ucap Jenderal Paul Nakasone dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat.
 
"Korea Utara menggunakan aktor sibernya untuk menghasilkan pendapatan melalui perusahaan kriminal, seperti peretasan untuk disewa dan pencurian cryptocurrency," tambahnya.
 
Sebuah panel ahli PBB sebelumnya mengatakan Korea Utara mungkin telah mencuri sebanyak USD400 juta dalam mata uang kripto pada 2021 saja, mengutip sebuah laporan dari sebuah perusahaan keamanan siber.
 
Nakasone mengatakan, AS saat ini mempertahankan kemampuan untuk melawan ancaman semacam itu, mencatat bahwa komandonya bekerja dengan Kementerian Luar Negeri dan Keuangan untuk "membendung kampanye Pyongyang."

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif