Presiden AS Donald Trump mendengarkan keterangan Menkes Alex Azar di Gedung Putih. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump mendengarkan keterangan Menkes Alex Azar di Gedung Putih. (Foto: AFP)

AS Tuduh WHO Gagal Kumpulkan Informasi Seputar Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 19 Mei 2020 09:02
Washington: Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump meningkatkan serangannya terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seputar pandemi virus korona (covid-19). Serangan dilontarkan Menteri Kesehatan Alex Azar dalam pertemuan virtual WHO pada Senin 18 Mei.
 
"Kita harus secara jujur mengakui mengenai salah satu alasan terjadinya wabah tak terkendali saat ini," tutur Azar.
 
"Telah terjadi sebuah kegagalan oleh organisasi ini dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dunia. Kegagalan itu telah menelan banyak korban jiwa," sambungnya, dikutip dari USA Today.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Selasa 19 Mei 2020, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 4,7 juta dengan 318 ribu lebih kematian dan 1.748.714 pasien sembuh.
 
Dari total tersebut, AS masih menjadi negara dengan angka kasus dan kematian tertinggi di dunia. Total kasus covid-19 di AS kini telah melewati angka 1,5 juta, dengan 90.338 kematian dan 283.178 pasien sembuh.
 
Tidak hanya WHO, Azar juga menyerang sebuah negara yang diduga kuat merujuk pada Tiongkok. Sebelumnya, Trump telah beberapa kali menuding WHO bias terhadap Tiongkok.
 
"Dalam upaya menyembunyikan wabah ini, sedikitnya ada satu negara yang tidak menjalankan kewajiban transparansi mereka. Hal tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi seluruh dunia," sebut Azar.
 
Azar menekankan bahwa AS telah mengalokasikan sekitar USD9 miliar atau setara Rp133 triliun sebagai kontribusi dalam perang global melawan pandemi covid-19.
 
Bulan lalu, Trump telah memerintahkan pembekuan sementara pendanaan AS untuk WHO. Namun dalam beberapa hari terakhir, Trump disebut-sebut berencana memulihkan kembali sebagian pendanaan tersebut.
 
Menurut laporan Fox News, sebuah kerangka surat telah disiapkan AS yang akan ditujukan kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
 
Salah satu penggalan kalimat dalam surat itu bertuliskan, "AS sepakat membayar sejumlah uang seperti yang sudah dibayarkan Tiongkok ke WHO." Seorang pejabat mengonfirmasi kepada Fox News bahwa Trump sudah menyepakati rencana tersebut.
 
AS merupakan penyandang dana terbesar WHO, dengan angka kontribusi USD400 juta (Rp5,9 triliun) tahun lalu.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif