Jaksa Agung AS William Barr (kiri) bersama Presiden Donald Trump. Foto: AFP
Jaksa Agung AS William Barr (kiri) bersama Presiden Donald Trump. Foto: AFP

Jaksa Agung AS Bandingkan Covid-19 dengan Perbudakan

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 18 September 2020 16:06
Washington: Jaksa Agung AS Bill Barr menghadapi kritik keras, setelah mengatakan tindakan penguncian atau lockdown untuk mengatasi penyebaran virus korona adalah ‘gangguan terbesar’ pada kebebasan sipil Amerika ‘selain perbudakan’.
 
Barr, salah satu sekutu paling setia Presiden Donald Trump, membuat komentar itu pada Rabu ketika ia mengecam langkah-langkah penguncian keras yang dilembagakan di beberapa negara bagian. Sebagian besar langkah itu dilakukan oleh wilayah yang dipimpin oleh gubernur dari Partai Demokrat.
 
"Anda tahu, melakukan penguncian nasional, perintah tinggal di rumah, seperti tahanan rumah," kata Barr saat tampil di Hillsdale College di Michigan, menurut klip yang diposting online.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain perbudakan, yang merupakan jenis pengekangan yang berbeda, ini adalah gangguan terbesar pada kebebasan sipil dalam sejarah Amerika,” celoteh Barr.
 
Anggota parlemen veteran,James Clyburn, yang berkulit hitam, mengecam dan menyebut komentar Barr "hal yang paling konyol, tuli nada, dan mengerikan" yang pernah dia dengar.
 
"Sungguh luar biasa kepala penegak hukum di negara ini menyamakan perbudakan manusia dengan nasihat ahli untuk menyelamatkan nyawa," kata Clyburn kepada CNN, yang dikutip dari Channel News Asia, Jumat 18 September 2020.
 
"Perbudakan bukanlah tentang menyelamatkan nyawa, ini tentang merendahkan nyawa,” tegas Clyburn.
 
Partai Demokrat menyebutnya sebagai salah satu dari beberapa "pernyataan keterlaluan" yang dibuat oleh Barr.
 
Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi di antara negara mana pun di dunia akibat pandemi virus korona mencapai 197.643 jiwa. Sedangkan kasus positif covid-19 di Negeri Paman Sudah menyentuh angka 6,6 juta jiwa.
 
Trump, yang mengincar pemilihan kembali pada 3 November melawan calon Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden, telah menyuarakan skeptisisme tentang kegunaan penguncian dalam memerangi virus. Trump beralasan kebijakan telah mengambil korban ekonomi yang terlalu besar.
 
Banyak negara bagian, terutama di Selatan, mencabut aturan tinggal di rumah pada musim semi. Namun aturan itu dipaksa untuk menerapkannya kembali dalam covid-19 justru jadi melonjak tajam.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif