PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)
PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)

PM Inggris Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 19 September 2020 07:36
Oxfordshire: Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, saat ini Inggris "tengah melihat kedatangan gelombang kedua" virus korona (covid-19). Ia meyakini kemunculan gelombang kedua covid-19 di Inggris merupakan sesuatu yang "tak terhindarkan."
 
PM Johnson menekankan dirinya "tidak ingin menerapkan lockdown yang lebih besar lagi" di Inggris. Namun, kebijakan penguncian seperti itu kemungkinan harus diterapkan.
 
Saat ini pemerintahan Inggris di bawah PM Johnson sedang mempersiapkan sejumlah pembatasan baru dalam mengantisipasi kemunculan gelombang kedua covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebijakan baru ini disiapkan demi menghindari lockdown berskala nasional di Inggris. Namun pembatasan ini dapat mencegah terjadinya kontak antar keluarga di seantero negeri.
 
"Pemerintah sedang mengkaji semua hal, namun lockdown nasional kedua adalah sesuatu yang ingin dihindari semua orang," kata PM Johnson, dilansir dari BBC, Sabtu 19 September 2020.
 
"Kita tentu ingin tetap membuka sekolah. Kita juga tentu ingin tetap membuka perekonomian sejauh mungkin. Kita juga ingin tetap menjalankan aktivitas bisnis," sambungnya.
 
"Tapi satu-satunya cara kita dapat melakukan semua itu adalah jika semua orang mengikuti arahan," tegas PM Johnson.
 
Pembatasan level pertama sedang diterapkan di sebagian besar wilayah Inggris saat ini, dengan menjaga jarak sosial (social distancing) sebagai aspek kuncinya.
 
Level kedua akan melibatkan pembatasan yang sedang diterapkan di wilayah timur laut Inggris -- jam malam di sejumlah tempat usaha dan larangan bertemu antar rumah tangga berbeda.
 
Sementara level ketiga, jika nanti jadi diterapkan, akan meliputi pembatasan lockdown yang jauh lebih ketat dari saat ini.,
 
Jika pembatasan tiga lapis ini diterapkan, nantinya "level kedua" akan diberlakukan dari wilayah ke wilayah secara berkala. Namun diyakini nantinya level kedua itu akan berlaku bagi keseluruhan Inggris.
 
Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan bahwa sembilan juta orang di wilayah ibu kota "kemungkinan besar" harus mengikuti pembatasan seperti yang sudah diberlakukan di sejumlah wilayah Inggris.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif