Kepala CDC Dr Rochelle Walensky saat berbicara di Washington, AS, 20 Juli 2021. (Stefani Reynolds / POOL / AFP)
Kepala CDC Dr Rochelle Walensky saat berbicara di Washington, AS, 20 Juli 2021. (Stefani Reynolds / POOL / AFP)

CDC Khawatir Covid-19 Terus Bermutasi dan Mampu Hindari Vaksin

Internasional Amerika Serikat pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia Varian Delta
Willy Haryono • 28 Juli 2021 07:21
Washington: Covid-19 mungkin hanya perlu "bermutasi beberapa kali lagi" sebelum nantinya menghindari efektivitas vaksin, ungkap Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) Dr Rochelle Walensky, Selasa, 27 Juli 2021.
 
Walensky mengatakan vaksin-vaksin yang tersedia saat ini efektif mencegah gejala parah Covid-19, termasuk yang diakibatkan beberapa varian. Namun Covid-19 yang terus menyebar luas dapat terus bermutasi melampaui perlindungan vaksinasi.
 
"Kekhawatiran terbesar di bidang kesehatan publik dan sains adalah virus (Covid-19) akan terus bermutasi dan mampu menghindari efektivitas vaksin yang selama ini melindungi kita dari gejala parah dan kematian," ucap Walensky dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari laman New York Post.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini, untungnya kita belum sampai ke tahap sana. Vaksin-vaksin yang ada beroperasi sangat baik dalam melindungi kita dari gejala parah dan kematian. Namun ada kekhawatiran (Covid-19) akan beberapa kali bermutasi lagi sebelum nantinya menghindari efektivitas vaksin-vaksin yang ada," sambungnya.
 
Ia menekankan bahwa kemungkinan mutasi ini adalah alasan kuat mengapa orang-orang harus segera divaksinasi. CDC ingin semua mayoritas warga AS dan negara-negara lainnya sudah divaksinasi agar Covid-19 tidak sempat bermutasi lebih lanjut.
 
Selasa kemarin, CDC mengeluarkan panduan terbaru mengenai pemakaian masker di dalam ruangan untuk membantu memperlambat penyebaran Covid-19 di tempat-tempat yang mengalami lonjakan kasus harian.
 
"CDC merekomendasikan orang yang sudah divaksinasi secara penuh untuk menggunakan masker di ruang publik tertutup untuk mencegah penyebaran varian Delta dan melindungi masyarakat," tutur Walensky, merujuk pada varian Covid-19 paling menular secara ini.
 
Otoritas kesehatan menekankan bahwa lonjakan kasus harian Covid-19 di AS diakibatkan masih adanya sejumlah warga yang belum divaksinasi. Saat ini, varian Delta diperkirakan berkontribusi terhadap 83 persen dari total kasus harian nasional di Negeri Paman Sam.
 
Baca:  CDC: 99,5 Persen Korban Meninggal Akibat Covid-19 karena Tidak Divaksin

Vaksin Slank untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif