Polisi di lokasi serangan di Nice, Prancis. Foto: AFP
Polisi di lokasi serangan di Nice, Prancis. Foto: AFP

Dewan Ibadah Muslim Prancis Kecam Serangan di Nice

Internasional prancis Pembunuhan di Nice
Fajar Nugraha • 29 Oktober 2020 19:46
Berlin: Serangan terbaru di Prancis di kota Nice, mengundang kecaman dari berbagai pihak. Dewan Ibadah Muslim Prancis menilai ini sebagai serangan pengecut.
 
Baca: Tiga Tewas dalam Serangan di Prancis, Salah Satu Korban Dipenggal.
 
"Saya hanya bisa mengecam sekuat mungkin tindakan pengecut terhadap orang yang tidak bersalah ini,” ujar Abdallah Zekri, Direktur jenderal Dewan Ibadah Muslim Prancis (CFCM), seperti dikutip AFP, Kamis 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zekri meminta Muslim Prancis untuk membatalkan perayaan untuk memperingati Maulid Nabi, Kamis. “Ini merupakan sebagai solidaritas dengan para korban dan orang yang mereka cintai,” jelas Zekri.
 
Serangan Kamis turut menuai kecaman dari sekutu Prancis. Kanselir Jerman Angela Merkel menyuarakan solidaritas dengan Prancis.
 
"Rasa sakit ini dirasakan oleh kita semua di Eropa,” ucap Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli.
 
"Kami memiliki kewajiban untuk berdiri bersama melawan kekerasan dan mereka yang berupaya menghasut dan menyebarkan kebencian," katanya di Twitter.
 
Baca: Pelaku Serangan di Nice Diyakini Bertindak Sendiri.
 
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengutuk "serangan keji" tapi bersumpah itu "tidak akan mengguncang front bersama yang membela nilai-nilai kebebasan dan perdamaian."
 
Wali Kota Nice Christian Estrosi menyerukan agar gereja-gereja di seluruh negeri diberi keamanan tambahan atau ditutup sebagai tindakan pencegahan.
 
Insiden ini terjadi sekitar seminggu lalu pemenggelan serupa berlangsung di Paris. Seorang guru bernama Samuel Paty dipenggal tidak jauh dari sekolah tempat ia mengajar, setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada muridnya.
 
Tidak diketahui apakah kasus baru di Nice ini terkait dengan kartun tersebut yang dipublikasi oleh tabloid Charlie Hebdo.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif