Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP

Zelensky Bahas Senjata dan Niat Masuk UE dengan Parlemen Jerman

Internasional ukraina rusia jerman Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Medcom • 09 Mei 2022 17:35
Frankfurt: Ketua parlemen Jerman, Barbel Bas, bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev, Minggu, 8 Mei 2022 untuk menghormati korban Perang Dunia II. Dia juga membahas senjata dan ambisi Ukraina untuk dipertimbangkan menjadi anggota Uni Eropa (UE).
 
Dalam sebuah video rapat dengan Bas, Zelensky menyebut bahwa memperoleh persetujuan Bundestag untuk pengiriman senjata bagi Ukraina merupakan salah satu prioritas utama negaranya.
 
Ia juga meminta agar Bas beserta Bundestag mendukung Ukraina dalam niatnya bergabung dengan UE, yang diupayakan segera tercapai. Namun, pencalonan masuk UE harus disetujui negara-negara anggota dan biasanya melalui negosiasi rumit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zelensky sebelumnya menyampaikan pidato emosional untuk Hari Kemenangan, di mana Eropa memperingati saat Jerman resmi menyerah kepada Sekutu dalam Perang Dunia II. Ia menyebut “penjahat telah kembali” ke Ukraina, tapi akan mempertanggungjawabkan tindakannya.
 
Bas mengatakan kepada koran Jerman Rheinische Post bahwa pihaknya telah meyakinkan Zelensky akan solidaritas Jerman dan dukungan dalam perjuangan Ukraina untuk mempertahankan eksistensinya.
 
Keduanya juga sepakat bahwa perdamaian tidak akan bergantung pada Rusia.
 
“Kami sepakat tidak akan ada perdamaian yang diperintahkan (sepihak), melainkan ditengahi melalui perjanjian perdamaian yang adil," kata Bas.
 
Terkait pengajuan keanggotaan UE, Bas mengatakan “Bundestag akan mempercepat semua prosedur yang diperlukan.”
 
Kanselir Jerman Olaf Scholz diharapkan untuk mengambil bagian dalam rapat virtual G7 pada hari Minggu tentang perang di Ukraina yang akan dihadiri oleh Zelensky.
 
Jerman setuju untuk memberikan senjata berat, termasuk howitzer. Ini merupakan titik balik dari kebijakan lama yang melarang pengiriman senjata berat ke zona perang karena sejarah Nazi negaranya.
 
Moskow menyebut aksinya sejak 24 Februari sebagai “operasi militer khusus” untuk melucuti senjata Ukraina dan menyingkirkan “Nazi” serta nasionalisme anti Rusia yang digerakkan Barat.
 
Di Rusia, Hari Kemenangan pada tanggal 9 Mei adalah salah satu peringatan nasional paling penting. Hari tersebut merupakan penghormatan akan pengorbanan besar yang dilakukan oleh Uni Soviet dalam mengalahkan Nazi Jerman. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif