Presiden Armenia Armen Sarkissian. (Adrian DENNIS / POOL / AFP)
Presiden Armenia Armen Sarkissian. (Adrian DENNIS / POOL / AFP)

Presiden Armenia Mengundurkan Diri di Tengah Minimnya Pengaruh

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 24 Januari 2022 07:48
Yerevan: Presiden Armenia Armen Sarkissian mengundurkan diri dari jabatannya yang secara umum hanya bersifat simbolis. Ia mengaku mundur karena merasa gagal dalam memengaruhi berbagai kebijakan Armenia di tengah krisis nasional.
 
"Ini bukan sebuah keputusan emosional, tapi diambil secara logis," kata Sarkissian dalam keterangan di situs resminya, Minggu, 23 Januari 2022.
 
"Di tengah masa sulit seperti saat ini, presiden tidak memiliki alat-alat yang diperlukan untuk memengaruhi proses penting dalam pembentukan kebijakan domestik dan luar negeri," sambungnya, dikutip dari TRT World.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sarkissian berharap perubahan konstitusi Armenia dapat segera diimplementasikan, dan presiden berikutnya "mampu mengoperasikan lingkungan (politik) yang lebih seimbang."
 
Lahir di Yerevan pada 1953, Sarkissian pernah menjadi perdana menteri Armenia antara 1996 dan 1997. Setelahnya, ia terpilih sebagai presiden Armenia pada Maret 2018.

Krisis Politik

Dalam krisis politik tahun lalu, Sarkissian merupakan salah satu tokoh sentralnya. Krisis tersebut terjadi di tengah peperangan antara Armenia dan Azerbaijan yang memperebutkan kekuasaan di wilayah Nagorno-Karabakh.
 
Baca:  Armenia dan Azerbaijan Sepakat Turunkan Ketegangan di Bawah Pengawasan Putin
 
Peran Sarkissian secara umum hanya bersifat seremonial, karena sebagian besar kekuatan eksekutif berada di tangan PM Nikol Pashinyan. Kedua tokoh sempat berseteru atas beberapa hal, termasuk keputusan memecat kepala militer dalam perang melawan Azerbaijan.
 
Dalam referendum pada Desember 2015, Armenia menjadi sebuah republik parlementer, yang berujung pada pengurangan kekuasaan presiden secara signifikan.
 
Armenia berusaha membangkitkan sektor ekonomi sejak runtuhnya Uni Soviet. Devisa yang didatangkan warga Armenia di luar negeri telah membantu proyek konstruksi sekolah, gereja dan infrastruktur lainnya.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif