Dua prajurit Rusia bersiaga di sebuah gedung teater di kota Mariupol, Ukraina, 12 April 2022. (Alexander NEMENOV / AFP)
Dua prajurit Rusia bersiaga di sebuah gedung teater di kota Mariupol, Ukraina, 12 April 2022. (Alexander NEMENOV / AFP)

Rusia Layangkan Ultimatum 'Menyerah atau Mati' ke Pasukan Ukraina di Mariupol

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 17 April 2022 16:30
Mariupol: Rusia melayangkan ultimatum kepada sekelompok prajurit Ukraina yang masih tersisa di kota pelabuhan Mariupol pada Sabtu kemarin. "Menyerah saat fajar atau mati," bunyi ultimatum tersebut, dikutip dari laman nzherald.co.nz, Minggu, 17 April 2022.
 
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan bahwa sebagian besar pasukan Ukraina sudah diusir dari Mariupol, dengan hanya ada segelintir prajurit tersisa yang masih bertahan di area pabrik baja.
 
"Keseluruhan area urban Mariupol sudah dibersihkan. Sisa-sisa dari grup Ukraina saat ini sudah diblokade penuh di area pabrik baja Azovstal," sebut Konashenkov.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peluang satu-satunya bagi mereka untuk selamat dari situasi ini adalah meletakkan senjata secara sukarela dan menyerah," sambungnya.
 
Kota Mariupol di wilayah selatan telah menjadi simbol perlawanan Ukraina terhadap invasi Rusia yang berlangsung sejak 24 Februari lalu. Meski dikepung dan diserang habis-habisan, pasukan Ukraina di Mariupol secara mengejutkan mampu bertahan selama lebih dari 1,5 bulan.
 
Pertempuran sengit di Mariupol telah membuat banyak warga sipil terperangkap dan kelaparan. Sebagian warga dari kota tersebut telah dievakuasi otoritas Ukraina, namun ada juga kabar yang menyebut bahwa sejumlah lainnya telah ditransfer secara paksa ke Rusia.
 
Di saat pasukan Rusia sudah hampir menguasai sepenuhnya Mariupol, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan peringatan keras.
 
"Mengeliminasi pasukan kami, orang-orang kami (di Mariupol) akan menyudahi segala bentuk negosiasi (untuk mengakhiri perang)," sebut Zelensky kepada situs berita Ukrainska Pravda.
 
"Kami tidak menegosiasikan wilayah maupun masyarakat kami," sambungnya.
 
Zelensky mengakui bahwa pasukan Ukraina kini hanya menguasai sedikit wilayah di Mariupol. Ia mengatakan "sejumlah rencana dan proses negosiasi sedang berlangsung" dalam upaya mengeluarkan pasukan Ukraina dari sana.
 
"Kehancuran dari semua warga kami di Mariupol, yang sedang dilakukan (pasukan Rusia) saat ini, dapat mengakhiri segala format negosiasi," tutur Zelensky, menekankan kembali pernyataan sebelumnya.
 
Baca:  Jenderal Rusia yang Tewas Usai Memimpin Serangan di Mariupol Dimakamkan
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif