Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken. Foto: Dok.Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken. Foto: Dok.Kemenlu RI

Menlu AS Peringatkan Rusia dapat Serang Ukraina dalam Waktu Singkat

Internasional Amerika Serikat ukraina rusia Rusia-Ukraina Antony Blinken
Fajar Nugraha • 20 Januari 2022 14:45
Kiev: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan, Rusia bisa menyerang Ukraina "dalam waktu yang sangat singkat”. Blinken pun memperingatkan lagi sanksi keras jika itu terjadi.
 
Peringatan ini disampaikannya pada kunjungan ke Ibu Kota Ukraina, Kiev setelah berbulan-bulan ketegangan atas pembangunan militer Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
 
Menekankan hubungan dekat AS dengan Ukraina, Blinken bersumpah diplomasi "tanpa henti" untuk menghentikan agresi Rusia. Sementara di saat bersamaan, Moskow telah membantah rencana untuk menyerang atau menyerang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Biden Yakin Rusia akan Segera Serbu Ukraina.
 
Blinken mengatakan Rusia telah membangun pasukan di dekat perbatasan Ukraina dengan "tanpa provokasi, tanpa alasan".
 
"Kami tahu bahwa ada rencana untuk meningkatkan kekuatan itu bahkan lebih dalam waktu yang sangat singkat, dan itu memberi Presiden (Vladimir) Putin kapasitas, juga dalam waktu yang sangat singkat, untuk mengambil tindakan agresif lebih lanjut terhadap Ukraina," kata Blinken, seperti dikutip BBC, Kamis 20 Januari 2022.
 
“Rusia saat ini berusaha melemahkan lembaga diplomatik Ukraina dan memecah belah masyarakat Ukraina menggunakan segala sesuatu mulai dari campur tangan pemilu hingga disinformasi hingga serangan dunia maya,” tuduh Blinken.
 
“Kami berjanji untuk mengutamakan upaya diplomatik tanpa henti untuk mencegah agresi baru dan untuk mempromosikan dialog dan perdamaian, dan mengulangi peringatan sanksi keras terhadap Rusia jika terjadi invasi,” jelasnya.
 
Rusia telah mengajukan tuntutan kepada pemerintah Barat, termasuk bahwa Ukraina tidak boleh bergabung dengan NATO dan bahwa kegiatan militer aliansi pertahanan harus dibatasi di negara-negara anggota termasuk Polandia.
 
Pembicaraan antara Barat dan Rusia pekan lalu gagal mencapai terobosan, dengan beberapa tuntutan Moskow ditolak sebagai non-starter.
 
Negeri Beruang Merah mencaplok Semenanjung Krimea, Ukraina pada 2014 setelah penggulingan pemerintah pro-Rusia di Ukraina. Ini telah mendukung pemberontak pro-Rusia yang menguasai bagian timur Ukraina setelah mereka berperang berdarah dengan pasukan pemerintah.
 
Ada kekhawatiran bahwa konflik, yang menelan sedikitnya 13.000 nyawa dan menyebabkan sedikitnya dua juta orang meninggalkan rumah mereka, dapat muncul kembali, dengan campur tangan militer Rusia secara terbuka.
 
Blinken akan bertemu dengan mitranya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa pada Jumat, setelah pembicaraan dengan sekutu Eropa di Berlin.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif