Anak-anak beraktivitas di desa Zarichne, Ukraina, 10 November 2022. (BULENT KILIC / AFP)
Anak-anak beraktivitas di desa Zarichne, Ukraina, 10 November 2022. (BULENT KILIC / AFP)

Jaksa Agung Ukraina: Total 437 Anak Tewas dalam Invasi Rusia

Medcom • 21 November 2022 19:12
Kyiv: Sebanyak 437 anak-anak termasuk di antaranya lebih dari 8.300 warga sipil yang tewas di Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran pada Februari 2022. Data disampaikan Jaksa Agung Ukraina Andriy Kostin dalam sebuah laporan terbaru mengenai korban agresi Rusia.
 
Kostin mengatakan bahwa selain korban tewas, lebih dari 11.000 warga sipil terluka dalam perang Rusia-Ukraina. Namun dia menambahkan, jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi lagi, sebagiannya karena pihak berwenang ibu kota, Kyiv, tidak memiliki akses data ke wilayah selatan dan timur negara yang saat ini masih diduduki pasukan Rusia.
 
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 14 November 2022, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa 408 anak termasuk di antara 6.557 orang yang terbunuh sejak invasi Rusia dimulai. Sebanyak 750 anak juga termasuk di antara 10.074 korban luka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PB juga mengatakan bahwa angka sebenarnya mungkin "lebih tinggi" lagi. Data PBB menunjukkan bahwa Maret adalah bulan paling mematikan dalam konflik Rusia-Ukraina.
 
Rudal Rusia yang ditembakkan dari posisi artileri dekat dengan garis depan atau dari jarak yang lebih jauh di berbagai kota di Ukraina telah menyebabkan sebagian besar korban sipil. Anak-anak juga menjadi korban dari beberapa pembantaian warga sipil terburuk dalam konflik tersebut, termasuk serangan rudal di rel kereta api di kota Kramatorsk di wilayah Donetsk pada April lalu yang menewaskan lebih dari 50 orang.
 
Selain itu, ada juga serangan terhadap konvoi sipil di wilayah Zaporizhzhia pada September yang menewaskan setidaknya 30 orang. Dalam kedua kasus tersebut, warga sipil berusaha melarikan diri dari pertempuran.
 
Dilansir dari East Bay Times, Minggu, 20 November 2022, salah satu korban perang paling miris adalah seorang gadis berusia 4 tahun dengan penyakit Down Syndrome, Liza Dmytriyeva. Ia meninggal akibat terkena pecahan peluru pada Juli lalu di sebuah pusat perbelanjaan yang dihantam rudal Rusia di kota Vinnytsia. Foto kereta dorong pink dan hitamnya yang tergeletak di jalan telah dibagikan ke seluruh dunia.
 
Pemerintah Ukraina telah melakukan upaya keras untuk mendokumentasikan kejahatan perang sejak invasi Rusia dimulai, dengan maksud meningkatkan penuntutan hukum. Kostin mengatakan, secara keseluruhan, 45.000 kejahatan perang Rusia telah dicatat oleh otoritas Ukraina.
 
Dia juga menambahkan bahwa 216 orang telah diberitahu bahwa mereka dicurigai terlibat dalam kejahatan perang, dan 17 di antaranya adalah tawanan perang Rusia. Panel ahli hukum yang ditunjuk PBB mengatakan pada September lalu bahwa tentara Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina, termasuk pemerkosaan dan penyiksaan terhadap anak-anak.
 
Pihak berwenang Ukraina telah mengungkap rangkaian kekejaman Rusia di berbagai daerah seperti Bucha, pinggiran utara Kyiv, Izium, di wilayah Kharkiv; dan, baru-baru ini, kota Kherson tempat pasukan Rusia terpaksa mundur. Adapun beberapa korbannya adalah anak-anak. (Mustafidhotul Ummah)
 
Baca:  323 Anak-Anak di Ukraina Tewas Sejak Awal Invasi Rusia
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif