Vaksin covid-19 AstraZeneca dan University of Oxford perlu diperiksa lebih lanjut. Foto: AFP
Vaksin covid-19 AstraZeneca dan University of Oxford perlu diperiksa lebih lanjut. Foto: AFP

Pemerintah Inggris Minta Regulator Periksa Keamanan Vaksin AstraZeneca

Internasional Virus Korona covid-19 vaksin covid-19 AstraZeneca
Fajar Nugraha • 27 November 2020 11:41
London: Pemerintah Inggris mengatakan, pada Jumat 27 November 2020 telah secara resmi meminta regulator obat untuk menilai apakah vaksin virus korona yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan University of Oxford harus diizinkan untuk digunakan.
 
Langkah tersebut dilakukan di tengah pertanyaan tentang hasil awal dari uji coba suntik, setelah perusahaan dan universitas mengakui bahwa bagian paling menggembirakan dari temuan mereka berasal dari kesalahan dosis.
 
Baca: Ada Kesalahan Produksi, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Diragukan Kemanjurannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, dia telah meminta Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) untuk menentukan apakah vaksin itu “memenuhi standar keamanan yang ketat”.
 
Ini adalah kandidat vaksin kedua yang mencapai tahap penilaian formal di Inggris, mengikuti suntikan yang dikembangkan oleh Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech. Vaksin ketiga dari perusahaan AS Moderna tidak jauh di belakang.
 
Pemerintah Inggris telah memesan 100 juta dosis vaksin covid-19 Oxford-AstraZeneca, dan berencana untuk mulai mendistribusikannya pada Desember jika mendapat persetujuan.
 
Regulator mengatakan tidak bisa memberikan kerangka waktu untuk kemungkinan persetujuan vaksin.
 
Kepala Eksekutif MHRA June Raine mengatakan "tidak ada vaksin yang akan diizinkan untuk disuplai di Inggris kecuali standar keamanan, kualitas dan kemanjuran yang diharapkan terpenuhi".
 
Oxford dan AstraZeneca melaporkan Senin bahwa vaksin mereka tampaknya 70 persen efektif pada orang yang menerima dua dosis, dan 90 persen efektif ketika sukarelawan diberi setengah dosis diikuti dengan dosis penuh. Mereka tidak menyebutkan pada saat itu, tetapi kemudian mengakui, bahwa masalah produksi telah mengakibatkan “setengah dosis vaksin diberikan sebagai dosis pertama” untuk beberapa peserta.
 
Pembuat obat memberi tahu regulator Inggris tentang masalah ini ketika ditemukan, dan disepakati untuk menyelesaikan uji coba tahap akhir dengan dua kelompok.
 
Baca: AstraZeneca Butuh Studi Tambahan Bagi Vaksin Covid-19 Mereka.
 
AstraZeneca mengatakan, berencana untuk melakukan uji klinis global baru untuk menilai kemanjuran vaksin tetapi tidak berharap hal itu akan menunda persetujuan peraturan di Inggris atau Uni Eropa - meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif