Suasana malam hari di kota Paris, Prancis. (AFP)
Suasana malam hari di kota Paris, Prancis. (AFP)

Jam Malam Prancis Dimajukan, Dimulai Sejak Pukul 18.00

Internasional jam malam Virus Korona prancis covid-19 pandemi covid-19
Willy Haryono • 17 Januari 2021 11:02
Paris: Kota-kota dan desa di seantero Prancis relatif sepi saat warga mengakhiri aktivitas mereka tepat pukul 18.00. Mereka semua mematuhi aturan jam malam terbaru yang diterapkan Pemerintah Prancis dalam meredam penyebaran virus korona (covid-19).
 
Awalnya, jam malam di Prancis baru mulai berlaku pada pukul 20.00, namun dimajukan menjadi 18.00 karena adanya lonjakan jumlah kasus dan kematian akibat covid-19.
 
Covid-19 telah membunuh sekitar 70 ribu orang di Prancis, yang merupakan angka tertinggi ketujuh di dunia. Pemerintah khawatir angka kasus dan kematian akan semakin melonjak di tengah kemunculan varian baru covid-19 asal Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jam malam di Prancis kini dimulai sejak pukul 18.00 dan berakhir pada jam 06.00 keesokan harinya.
 
Mulai Senin mendatang, semua orang yang berkunjung ke Prancis dari luar Uni Eropa harus memperlihatkan hasil negatif tes covid-19 dan mengisolasi diri selama sepekan usai ketibaan.
 
"Langkah-langkah ini diperlukan sesuai situasi terkini. Meski memburuk, situasi (di Prancis) masih relatif lebih banyak dari banyak negara di sekitar kita," kata Perdana Menteri Prancis Jean Castex, dilansir dari laman asiaone pada Minggu, 17 Januari 2021.
 
Baca:  Macron: Covid-19 Ada di Prancis Hingga Musim Panas 2021
 
Deretan pertokoan dan tempat usaha di Prancis mencoba menekan kerugian dengan buka lebih awal pada pukul 07.30 pada Sabtu kemarin. Saat guyuran salju turun di sebagian besar wilayah Prancis, masyarakat mulai membiasakan diri dengan aturan jam malam dengan beraktivitas lebih awal.
 
"Saat akhir pekan, tidak terlalu ada masalah berarti. Tapi saat hari biasa, orang-orang keluar dari kantor sekitar pukul 18.00, dan biasanya mereka berbelanja," kata Mickael Levy, seorang pemilik toko kacamata.
 
"Tapi kini ada pembatasan baru. Saya berharap ini semua bermanfaat, karena dampak ekonominya begitu berat bagi kami semua," sambung dia.
 
Infeksi harian covid-19 di Prancis telah melewati puncaknya yang sempat mencapai 20 ribu. Namun jumlah orang yang dibawa ke rumah sakit dan dirawat di unit perawatan intensif atas gejala covid-19 di Prancis terus meningkat.
 
Renaud Piarroux, seorang pakar epidemi dari rumah sakit Pitié-Salpêtrière di Paris, menilai aturan jam malam terbaru tidak berdampak signifikan dalam mencegah penyebaran covid-19, termasuk varian baru dari Inggris. Ia meyakini varian baru asal Inggris akan mendominasi kasus di Prancis dalam enam pekan ke depan.
 
"Kita harus lebih banyak mengambil tindakan besar seperti di Inggris atau bahkan Jerman. Saya rasa lebih baik untuk memperketat pembatasan saat ini ketimbang nanti," sebut Piarroux.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif