Menkes baru Brasil Nelson Teich mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat 15 Mei 2020. (Foto: Evaristo Sa/AFP/Getty)
Menkes baru Brasil Nelson Teich mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat 15 Mei 2020. (Foto: Evaristo Sa/AFP/Getty)

Kisruh Covid-19, Brasil Kehilangan Dua Menkes dalam Sebulan

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 16 Mei 2020 13:14
Brasilia: Brasil kembali kehilangan menteri kesehatan setelah pendahulunya meninggalkan pos tersebut di tengah kisruh penanganan pandemi virus korona (covid-19). Keduanya tidak lagi menjabat menkes usai beberapa kali berseteru dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro terkait respons covid-19.
 
Warga Brasil dan sejumlah pakar kesehatan geram atas mundurnya Nelson Teich, dokter kedua yang harus meninggalkan posisi Menkes Brasil. Pendahulu Teich, Luiz Henrique Mandetta, telah dipecat Bolsonaro pada 16 April karena dianggap menentang arahan presiden.
 
Teich, seorang dokter onkologi, tidak memberikan alasan mengenai pengunduran dirinya. Namun ia diduga mundur karena tidak sejalan dengan Bolsonaro, termasuk mengenai rencana pembukaan kembali perekonomian negara dalam waktu dekat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kamis kemarin, Bolsonaro meminta Teich mengeluarkan panduan federal terkait pengunaan hidroksiklorokuin untuk mengobati pasien covid-19. Hidroksiklorokuin merupakan salah satu jenis obat anti-malaria yang disebut-sebut ampuh menangani covid-19.
 
Namun obat itu belum teruji secara klinis karena adanya sejumlah kekhawatiran, termasuk potensi memicu masalah jantung.
 
"Saya dipilih untuk membuat keputusan, dan keputusan mengenai klorokuin diambil melalui saya," kata Bolsonaro, dikutip dari CGTN, Sabtu 16 Mei 2020.
 
Penyebaran covid-19 di Brasil telah mencetak rekor tersendiri dalam tiga hari terakhir. Hingga Jumat kemarin, Kementerian Kesehatan Brasil mengonfirmasi lebih dari 15 ribu kasus baru covid-19 di seantero negeri.
 
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total infeksi covid-19 di Brasil telah melampaui 220 ribu dengan 14 ribu lebih kematian dan 84.970 pasien sembuh.
 
Angka rata-rata kematian akibat covid-19 mencapai di atas 800 dalam beberapa hari terakhir. Meluasnya covid-19 membuat sejumlah rumah sakit di Brasil kewalahan, begitu juga dengan bisnis pemakaman.
 
"Mari kita mendoakan yang terbaik," tutur Mandetta via Twitter usai mundurnya Teich.
 
Bolsonaro dikenal sebagai kepala negara yang meremehkan skala dan tingkat keseriusan covid-19. Ia pernah berkata bahwa covid-19 hanyalah "flu biasa."
 
Baca:Menkes Brasil Dipecat karena Tanggapan Cepat Atas Covid-19
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif