NEWSTICKER
Pertemuan para petinggi G7 di Prancis pada 26 Agustus 2019. (Foto: AFP)
Pertemuan para petinggi G7 di Prancis pada 26 Agustus 2019. (Foto: AFP)

G7 Dorong Peningkatan Koordinasi Global untuk Perangi Korona

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 17 Maret 2020 08:34
London: Para pemimpin negara anggota Group of Seven (G7) -- Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang -- berjanji akan "melakukan apapun yang diperlukan" untuk mengakhiri pandemi virus korona covid-19. Pernyataan disampaikan di tengah lonjakan kasus covid-19 di berbagai belahan dunia, terutama Eropa.
 
"Kami, pemimpin Group of Seven, mengakui bahwa pandemi covid-19 adalah tragedi kemanusiaan dan krisis kesehatan global, yang juga berpotensi memicu dampak signifikan terhadap perekonomian dunia," ujar pernyataan gabungan G7, seperti dilansir dari Guardian.
 
"Kami berkomitmen melakukan apapun yang diperlukan untuk memastikan respons global yang kuat melalui peningkatan kerja sama dan koordinasi," lanjut mereka, yang bertatap muka via konferensi panggilan video.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walau tantangan saat ini mungkin membmtuhkan langkah darurat nasional, kami tetap berkomitmen terhadap stabilitas perekonomian global," ungkap G7.
 
Dalam pernyataan yang dikeluarkan dari kantor Perdana Menteri Inggris, G7 akan berfokus pada beberapa hal berikut:
 
1. Berkoordinasi terhadap langkah-langkah terkait kesehatan publik.
2. Memulihkan kepercayaan, pertumbuhan, dan melindungi lapangan pekerjaan.
3. Mendukung perdagangan dan investasi global.
4. Mendorong kerja sama sains, riset, dan teknologi.
 
Data terbaru Universitas Johns Hopkins per hari ini, Selasa 17 Maret 2020, mencatat total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 181 ribu, dengan lebih dari 7.100 kematian. Sementara jumlah pasien sembuhnya telah mencapai 78.088.
 
Lonjakan kasus dan kematian kini didominasi negara-negara Eropa, setelah covid-19 pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir 2019. WHO mengatakan Eropa kini telah menjadi pusat pandemi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif