Warga di AS menjalani pengawasan ketat terkait virus korona. Foto: AFP
Warga di AS menjalani pengawasan ketat terkait virus korona. Foto: AFP

Pandemi Covid-19, KBRI Washington Pantau WNI Lansia Secara Online

Internasional Virus Korona wni Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 07 April 2020 17:35
Washington: Para lanjut usia menjadi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap wabah virus korona covid-19. Ini mendasari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington untuk memantau kesehatan para lansia warga negara Indonesia (WNI) secara online.
 
Langkah ini diluncurkan pada 5 April 2020, sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini dampak pandemi covid-19 terhadap WNI di Amerika Serikat. Pihak KBRI menyiapkan kegiatan pemantauan kesehatan berkala bagi Kelompok Lansia (usia di atas 60 tahun).
 
Kegiatan yang dibantu oleh simpul-simpul komunitas, mahasiswa dan diaspora Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan tersebut akan memantau para lansia yang sebelumnya telah mendaftarkan diri melalui email maupun nomor hotline KBRI Washington D.C. Mekanismenya melalui pendataan suhu tubuh secara berkala yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu pukul 9.00 pagi dan 7.00 sore.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Data-data yang masuk baik lewat formulir daring, email, pesan singkat, dan WhatsApp tersebut akan kami buat database sebarannya, dijaga kerahasiaannya dan dipantau langsung oleh para dokter dan tenaga medis diaspora Indonesia yang tergabung dalam Program Pos Kesehatan KBRI Washington, D.C.,” jelas Theodorus S. Nugroho, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler yang juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan covid-19 KBRI Washington, D.C.
 
Menyadari kelangkaan alat ukur suhu tubuh yang juga menjadi salah satu barang yang paling dicari di Amerika Serikat (AS) saat ini, KBRI Washington, juga akan membantu dan mengkoordinir penyediaan alat tersebut.
 
“Bagi para lansia yang belum mempunyai thermometer, untuk tahap pertama ini, KBRI akan membantu penyediaan sekitar 50 buah dikarenakan keterbatasan ketersediaan barang saat ini,” sambung Theodorus, dalam keterangan tertulis KBRI Washington, yang diterima Medcom.id, Selasa, 7 April 2020.
 
Selain sebagai langkah deteksi dini dan upaya-upaya antisipasi perlindungan, kegiatan ini dimaksudkan juga untuk mempererat komunikasi dan koordinasi komunitas WNI dan diaspora Indonesia.
 
“Kegiatan ini memiliki semangat dan cakupan yang cukup komprehensif. Selain sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam situasi yang tidak mudah ini, langkah kolektif ini juga adalah bentuk upaya untuk terus meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kekompakan, serta solidaritas dan kepedulian, karena inilah saatnya kita saling bahu membahu, bersatu padu, bergotong royong, dan saling tolong menolong,” jelas Iwan Freddy Hari Susanto, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Washington.
 
Langkah tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Indonesia di Washington, dan sekitarnya. Salah satunya adalah Uyung Asikin, WNI sekaligus tokoh atau sesepuh masyarakat Indonesia yang berdomisili di Silver Spring, Maryland.
 
“Sangat bermanfaat sekali. Apalagi dengan diberlakukannya perintah untuk tetap tinggal di rumah oleh pemerintah setempat dan keterbatasan akses sebagian masyarakat terhadap dukungan medis, ini merupakan solusi praktis sekaligus dukungan moral serta psikologis yang sangat besar. Kami merasa tenang karena yakin bahwa kami tidak sendirian,” jelasnya ketika dihubungi lewat telepon.
 
Warga lainnya, Tetty, yang bertempat tinggal di Virginia, ikut senang dengan adanya perhatian khusus dari KBRI untuk masyarakat Indonesia lanjut usia di tengah wabah virus korona.
 
“Bagus sekali program ini. Saya kebetulan punya kenalan salah satu WNI perempuan yang berusia lanjut, 70 tahun, masih sehat dan masih bekerja, dan langsung saya bantu daftarkan begitu mendengar adanya program ini,” kata Tetty dengan penuh semangat.
 
Sejak diberlakukannya status darurat nasional pada 13 Maret 2020 oleh Presiden Donald Trump, sebagian besar negara bagian di AS termasuk ibu kota Washington D.C. telah menerapkan perintah eksekutif 'Stay At Home' sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi covid-19.
 
Perintah ini mengharuskan semua warga untuk tinggal di rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting dan terbatas. Salah satu dampaknya, ruang gerak para lansia pun menjadi semakin terbatas, karena terdapat kekhawatiran mengenai kemungkinan tertular dan terkena dampak kesehatan akut covid-19.
 
Dalam konteks yang lebih luas, guna memastikan penanganan yang terpadu dan komprehensif terkait dampak pandemi virus korona terutama bagi para WNI di AS, KBRI Washington DC juga terus berkoordinasi dengan seluruh Perwakilan RI se-Amerika Serikat, yang terdiri dari lima Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Chicago, Houston, Los Angeles, New York, dan San Fransisco, serta Perutusan Tetap RI (PTRI) untuk PBB di New York.
 
Untuk itu, telah disediakan nomor-nomor layanan darurat/hotline yang dapat dihubungi setiap saat bila Warga Negara Indonesia memerlukan bantuan, khususnya dalam situasi darurat dan mendesak.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif