Hidroksiklorokuin disebut WHO hanya sedikit atau tidak mengurangi sama sekali angka rata-rata kematian di kalangan pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit. (Foto: GEORGE FREY/AFP/GETTY)
Hidroksiklorokuin disebut WHO hanya sedikit atau tidak mengurangi sama sekali angka rata-rata kematian di kalangan pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit. (Foto: GEORGE FREY/AFP/GETTY)

WHO Hentikan Uji Klinis Hidroksiklorokuin untuk Pasien Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 05 Juli 2020 12:00
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan uji klinis obat jenis hidroksiklorokuin dan lopinavir/ritonavir untuk pengobatan pasien virus korona (covid-19). WHO menilai obat-obat tersebut hanya sedikit, atau bahkan tidak, mengurangi angka rata-rata kematian pasien covid-19.
 
WHO mengatakan keputusan diambil berdasarkan hasil uji klinis yang telah dilakukan dalam program Solidarity Trial.
 
"Hasil uji interim ini menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin dan lopinavir/ritonavir hanya sedikit atau tidak mengurangi sama sekali angka rata-rata kematian di kalangan pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit," ujar WHO, dilansir dari Xinhua, Minggu 5 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Investigator Solidarity Trial akan segera menghentikan uji klinis ini," sambungnya, dalam sebuah keterangan pers.
 
Namun WHO menekankan bahwa keputusan ini hanya berlaku bagi pasien covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit. WHO menyebut penghentian uji klinis tidak berimbas pada evaluasi lebih lanjut hidroksiklorokuin atau lopinavir/ritonavir terhadap pasien covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit.
 
Solidarity Trial dibentuk WHO pada Maret lalu untuk menemukan pengobatan efektif covid-19 bagi pasien yang dirawat di rumah sakit. Program ini awalnya didesain untuk memiliki lima fokus uji klinis, termasuk standar perawatan pasien covid-19, remdesivir, lopinavir/ritonavir gabungan, lopinavir/ritonavir yang digabung dengan interferon beta, dan hidroksiklorokuin atau klorokuin.
 
Dengan menerima pasien dari berbagai negara, Solidarity Trial bertujuan menemukan obat apapun yang dapat memperlambat serangan covid-19 dan meningkatkan kesembuhan di kalangan pasien covid-19.
 

(WIL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif