Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

AS Resmi Memulai Proses Mundur dari WHO

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 08 Juli 2020 07:52
Washington: Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump resmi memulai proses penarikan diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa 7 Juli. Trump memulai proses ini dengan melayangkan surat resmi kepada Kongres AS dan juga WHO.
 
"Pemberitahuan mundur sudah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB (Antonio Guterres)," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS, dilansir dari laman CNN, Rabu 8 Juli 2020.
 
AS akan dinyatakan resmi keluar dari keanggotaan WHO pada 6 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keputusan Trump yang memulai proses ini memicu kritik dari Partai Demokrat dan juga Republik, asosiasi medis, organisasi hukum, dan juga sejumlah negara sahabat. Senator Robert Menendez, politikus Demokrat dari Komite Hubungan Luar Negeri AS di Senat, mengumumkan langkah Trump via Twitter.
 
"Kongres telah menerima notifikasi bahwa POTUS secara resmi menarik AS dari WHO di tengah pandemi (covid-19). Langkah ini tidak akan melindungi masyarakat atau kepentingan Amerika, melainkan membuat Amerika menjadi sakit dan sendirian," tulisnya.
 
Jubir Guterres, Stephane Dujarric, juga mengaku sudah menerima notitifikasi dari AS. "Saat ini kami sedang memverifikasi apakah semua syarat-syarat untuk mundur sudah terpenuhi," tutur Dujarric.
 
Beberapa syarat tersebut di antaranya pemberitahuan mundur satu tahun sebelum pelaksanaan, dan pemenuhan kewajiban finansial terhadap WHO.
 
Menurut seorang sumber kepada CNN, surat yang dilayangkan Trump kepada PBB sangat pendek, yakni hanya berkisar tiga paragraf. Namun ia juga mengaku belum dapat mengonfirmasi secara penuh versi akhir dari surat tersebut.
 
Trump telah berulang kali menyalahkan WHO atas pandemi covid-19 saat ini. Ia menilai WHO kurang kompeten dalam mencegah penyebaran covid-19, yang awalnya hanya muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember 2019.
 

(WIL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif