Vaksin covid-19 keluaran AstraZeneca membutuhkan studi lanjutan. Foto: AFP
Vaksin covid-19 keluaran AstraZeneca membutuhkan studi lanjutan. Foto: AFP

AstraZeneca Butuh Studi Tambahan Bagi Vaksin Covid-19 Mereka

Internasional covid-19 vaksin covid-19 AstraZeneca
M Sholahadhin Azhar • 27 November 2020 07:25
London: Produsen obat Inggris AstraZeneca mengatakan pada Kamis 26 November 2020 penelitian lebih lanjut diperlukan pada vaksin covid-19 yang mereka kembangkan. Penelitian dilakukan setelah muncul pertanyaan tentang keamanan  dari vaksin tersebut.
 
Menurut AstraZeneca pengujian tambahan tidak mungkin memengaruhi persetujuan peraturan di Eropa.
 
Baca: Ada Kesalahan Produksi, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Diragukan Kemanjurannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AstraZeneca dan mitranya, University of Oxford mengumumkan pada Senin 23 November 2020 bahwa mereka sedang mengajukan persetujuan peraturan untuk vaksin setelah menunjukkan efektivitas rata-rata 70 persen.
 
Angka itu melonjak menjadi 90 persen ketika setengah dosis awal kemudian dosis penuh diberikan. Ini serupa dengan vaksin saingan yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna.
 
Tetapi para ilmuwan AS mengatakan tingkat efektivitas yang lebih tinggi terjadi selama tes pada orang berusia 55 tahun ke bawah, dan ditemukan secara tidak sengaja selama uji klinis.
 
Kepala Kelompok Vaksin Oxford, Andrew Pollard, mengatakan minggu ini bahwa bukti lebih lanjut akan tersedia bulan depan, tetapi hasilnya masih ‘sangat signifikan’.
 
"Sekarang kami telah menemukan apa yang tampak seperti kemanjuran yang lebih baik. Kami harus memvalidasi ini, jadi kami perlu melakukan studi tambahan," kata kepala eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot kepada Bloomberg, yang dikutip Channel News Asia, Jumat 27 November 2020.
 
“Diharapkan hasilnya bisa menjadi studi internasional lain tapi yang ini bisa lebih cepat karena kita tahu kemanjurannya tinggi. Jadi kita butuh jumlah pasien yang lebih sedikit,” imbuh Soriot.
 
“Uji coba tambahan tidak mungkin untuk menunda persetujuan peraturan di Inggris dan Uni Eropa,” tutur Soriot.
 
Halaman Selanjutnya
Ada harapan besar untuk vaksin…
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif