Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden (Foto:AFP)
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden (Foto:AFP)

Di Bawah Biden, Kebijakan Luar Negeri AS Lebih Condong ke Multilateral

Internasional amerika serikat joe biden Pelantikan Joe Biden
Marcheilla Ariesta • 20 Januari 2021 15:10
Jakarta: Kebijakan luar negeri Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden dinilai akan lebih mengedepankan pendekatan multilateral, termasuk dengan ASEAN. Demikian disampaikan Andrew Mantong, pengamat hubungan internasional CSIS, yang mengatakan bahwa kerja sama Biden di ASEAN kemungkinan condong ke arah keamanan.
 
"Biden mungkin akan lebih serius dalam menggunakan organisasi-organisasi internasional, multilateralisme, untuk Amerika Serikat," kata Andrew kepada Medcom.id.
 
"Secara diplomasi, iklimnya akan lebih damai ketimbang yang sudah dilakukan Trump," imbuh dia.
 
Menurut Andrew, Biden lebih sesuai dengan gaya diplomasi ASEAN. Hal ini dinilai sesuai dengan gaya kebijakan luar negeri Indonesia.
 
Berbeda dari pemerintahan Trump, Biden juga dinilai akan memasukkan isu pelestarian lingkungan hidup dan kesetaraan gender ke dalam kebijakan luar negeri AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, hubungan AS dengan Indonesia dinilai tidak akan mengalami banyak perubahan. Selama ini, pola hubungan AS dengan Indonesia lebih sering menyinggung isu yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme.
 
"Diplomasi Amerika di sini (Indonesia) polanya seperti itu saja. Indonesia juga tidak akan macam-macam, dan tidak akan keluar dari manuver, karena kita ada negara yang menganut politik luar negeri bebas dan aktif," serunya.
 
Baca: Soal Perang Dagang, Biden Dinilai Bakal Negosiasi dengan Tiongkok
 
Biden akan dilantik sebagai presiden AS pada 20 Januari 2021. Ia akan diambil sumpah bersama dengan wakilnya, Kamala Harris.
 
Biden dan Harris berhasil memenangkan suara pada pemilihan umum 3 November lalu dan suara elektoral. Setelah disumpah, keduanya akan langsung bekerja 'membenahi kekacauan' yang dilakukan pendahulunya, Presiden Donald Trump.

 
(WAH)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif