Presiden Iran Hassan Rouhani menyebutkan Gedung Putih derita keterbelakangan mental. (Foto: AFP).
Presiden Iran Hassan Rouhani menyebutkan Gedung Putih derita keterbelakangan mental. (Foto: AFP).

Presiden Iran: Gedung Putih Derita Keterbelakangan Mental

Internasional iran
Fajar Nugraha • 25 Juni 2019 16:32
Teheran: Kebijakan sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran adalah gambaran keputusasaan pemerintahan Donald Trump. Hal ini disebutkan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani setelah Trump menjatuhkan sanksi menyasar kepada Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
 
Baca juga: Sanksi Baru AS Targetkan Pemimpin Tertinggi Iran.
 
"Gedung Putih mengalami keterbelakangan mental dan sanksi AS terhadap Teheran akan gagal,” ujar Rouhani, seperti dikutip Kantor Berita Yeni Safak, Selasa, 25 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi baru kepada Iran pada Senin. Sanksi ini merupakan langkah dramatis dan belum pernah terjadi sebelumnya demi meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah Teheran menjatuhkan drone atau pesawat tak berawak milik Amerika pekan lalu.
 
Washington mengatakan akan memberlakukan sanksi terhadap Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif akhir pekan ini.
 
Iran mengatakan pesawat tak berawak AS itu terbang di atas wilayah udara bagian selatan mereka. Sementara Washington mengatakan drone itu jatuh di wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz.
 
Trump mengatakan bahwa sanksi itu sebagian merupakan tanggapan terhadap penembakan drone, tetapi akan tetap terjadi.
 
Sanksi terbaru ditujukan untuk menolak akses kepemimpinan Iran ke sumber daya keuangan. Sanksi ini juga menghalangi mereka dari menggunakan sistem keuangan Amerika Serikat atau memiliki akses ke aset apa pun di Amerika Serikat.
 
Baca juga: Iran Sebut AS Tidak Bisa Berdiplomasi.
 
Iran dan Amerika Serikat telah berselisih sejak tahun lalu ketika Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar. Penerapan kembali sanksi membuat hubungan kedua negara makin memanas.
 
Khamenei adalah otoritas tertinggi Iran yang memiliki suara terakhir dalam semua masalah negara. Sementara Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima perundingan dengan AS sementara negara itu berada di bawah ancaman sanksi.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif