Otoritas keamanan Australia sita 57 ribu senjata ilegal. (Foto: CNN).
Otoritas keamanan Australia sita 57 ribu senjata ilegal. (Foto: CNN).

Kepolisian Australia Sita 57 Ribu Senjata Api Ilegal

Internasional senjata api
Marcheilla Ariesta • 01 Maret 2018 11:43
Canberra: Otoritas keamanan Australia menyita sedikitnya 57 ribu senjata api, termasuk di antaranya peluncur roket dan senapan otomatis. Jumlah sebanyak itu diserahkan masyarakat kepada kepolisian dalam pengampunan senjata sejak tiga bulan silam.
 
Kementerian Dalam Negeri Australia mengatakan sebanyak 57.324 diserahkan antara Juli hingga September lalu. Namun, jumlah ini baru diumumkan sekarang setelah beberapa percobaan serangan teror di Negeri Kanguru.
 
Meski demikian, kepolisian Australia mengatakan ada sedikitnya 250 ribu senjata api ilegal yang beredar di Negeri Kanguru itu. Padahal, negara tersebut memiliki beberapa Undang-Undang mengenai senjata yang dianggap terberat di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 57 ribu senjata yang disita, hampir 2.500 merupakan semi otomatis. Lebih dari 80 ribu butir amunisi juga disita dalan pengampunan senjata.
 
Pengampunan senjata Australia dianggap salah satu langkah berhasil untuk mengurangi kepemilikan senjata api ilegal. Langkah ini dianggap menghasilkan komunitas Australia yang lebih aman dan nyaman.
 
"Australia memiliki beberapa undang-undang senjata terkuat di dunia, namun senjata api ilegal tetap menjadi ancaman bagi keamanan masyarakat," kata Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, seperti dikutip laman CNN, Kamis 1 Maret 2018.
 
"Kami melihat tragedi mengejutkan di Las Vegas beberapa waktu lalu. Kami memiliki UU Kontrol Senjata yang ketat, namun kami tidak menerima apapun itu begitu saja. Kami tidak puas dengan hal itu," imbuhnya membeberkan alasan adanya pengampunan senjata tersebut.
 
Langkah ini dianggap harus diikuti Amerika Serikat (AS). Beberapa waktu lalu, sebanyak 17 orang tewas akibat penembakan yang dilakukan remaja 19 tahun di sebuah sekolah di Florida.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif