Rumah yang hancur terkena serangan roket dari Gaza di Mishmeret, Israel, 25 Maret 2019. (Foto: AFP/JACK GUEZ)
Rumah yang hancur terkena serangan roket dari Gaza di Mishmeret, Israel, 25 Maret 2019. (Foto: AFP/JACK GUEZ)

Keluarga Inggris Selamat dari Serangan Roket di Israel

Internasional israel hamas
Arpan Rahman • 26 Maret 2019 14:49
Mishmeret: Satu keluarga asal Inggris di Israel, termasuk dua anak-anak, dibawa ke rumah sakit karena terluka akibat serangan roket dari arah Jalur Gaza. Serangan roket terjadi saat Robert dan Susan Wolf, pasangan suami istri asal London, sedang berada di rumah mereka di Mishmeret pada Senin 25 Maret.
 
Saat mendengar suara sirene peringatan serangan, keluarga Wolf langsung berlari ke sebuah tempat perlindungan. Sebuah misil jarak jauh kemudian jatuh menghantam rumah mereka.
 
"Jika kami tidak mencapai tempat perlindungan bom tepat waktu, mungkin saya harus mengubur seluruh anggota keluarga saya," kata Wolf, seperti disitat dari laman The Sun, Selasa 26 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami semua mungkin sudha mati jika tidak melakukan apa yang seharusnya kami lakukan," sambung dia.
 
Tujuh orang terluka dalam peluncuran roket tersebut, termasuk Robert dan Susan serta dua cucu mereka. Namun semua luka yang dialami mereka tidak mengancam jiwa.
 
Daniel, anak tertua di keluarga Wolf, menceritakan momen saat sirene peringatan serangan berbunyi. "Saya berlari ke arah anak perempuan saya, mengambilnya, lalu berlari lagi ke arah istri dan anak kedua saya. Saya menjemput mereka semua dan bergegas pergi ke ruangan aman," tutur Daniel.
 
Setelah peluncuran roket, Israel membalasnya dengan serangan udara ke sejumlah titik di Gaza. Namun selang beberapa waktu, kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengklaim telah mencapai gencatan senjata dengan Israel.
 
"Mesir berhasil memediasi gencatan senjata antara pasukan penjajah dan faksi perlawanan," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum, seperti disitat dari laman AFP.
 
Saling serang antar Israel dan Hamas masih berlangsung usai pengumuman gencatan senjata. Namun memasuki dini hari, intensitas penyerangan menurun drastis.\
 
Mengomentari ketegangan di sekitar Jalur Gaza dari Gedung Putih, PM Netanyahu mengatakan bahwa "Israel merespons keras terhadap agresi (Hamas)." Sementara Trump yang saat itu bersama PM Netanyahu menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk "membela diri."
 
Usai bertemu Trump, PM Netanyahu akan segera bertolak pulang untuk mengurusi masalah terkait Hamas. Dia membatalkan acara konferensi tahunan AIPAC yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa 26 Maret.
 
Baca: Hamas Klaim Telah Sepakati Gencatan Senjata dengan Israel
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif