Dubes RI untuk Myanmar: Tak Ada Indikasi Genosida di Rakhine

Marcheilla Ariesta 14 Februari 2018 05:10 WIB
rohingya
Dubes RI untuk Myanmar: Tak Ada Indikasi Genosida di Rakhine
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berinteraksi langsung dengan pengungsi Rohingya di Bangladesh. Foto: Dok/Kemenlu RI.
Jakarta: Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Sumardi, mengatakan tak melihat indikasi genosida di negara bagian Rakhine. Dia mengakui adanya kekerasan, namun tidak untuk genosida.

Pasalnya, kekerasan oleh militer Myanmar itu dilakukan hanya untuk milisi Rohingya yang disebut ARSA.

"Salah satu indikasi genosida itu ditemukannya kuburan massal. Saat kunjungan diplomatik kemarin sejumlah dubes, termasuk saya, dibawa ke Rakhine dan kami melihat memang ada kuburan tapi itu kuburan warga biasa, bukan kuburan massal," ujar Ito di sela rapat kerja Kepala Perwakilan RI di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018.


"Salah satu rekan saya, Dubes Singapura untuk Myanmar, juga mengatakan hal yang sama. Beliau yang bahkan merupakan mantan orang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan cukup keras soal ini mengatakan tidak ada indikasi kuburan massal di Rakhine, hanya kuburan biasa," jelas Ito.

Ito membandingkan pengalamannya saat menjadi komandan Kontingen Garuda di Bosnia Herzegovina, salah satu negara di tenggara Eropa yang pernah dilanda tragedi genosida sekitar awal 1990 lalu. Tragedi itu tercatat menewaskan 100 ribu warga Bosnia yang bermayoritaskan Muslim dan warga Kroasia.

Saat itu, kata Ito, misi kelompoknya adalah membuktikan bahwa telah terjadi pembantaian massal yang sistematis. "Dan salah satunya kami menemukan kuburan massal sebanyak 4 ribu warga Bosnia," ungkap Ito.

Ito mengatakan perlu ada pemeriksaan independen mengenai krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine dan verifikasi atas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama ini.

Ito mengatakan kunjungan terakhirnya ke Rakhine pada 9 Februari lalu. Saat itu, Ito melihat ratusan tempat penampungan dan rumah tinggal baru telah dibangun untuk menampung ratusan ribu pengungsi Rohingya yang rencananya akan direpatriasi dari Bangladesh dalam waktu dekat.

Dia mengakui Pemerintah Myanmar ingin Indonesia membangun rumah sakit dan sekolah. Dia menyebutkan, Indonesia dipercaya untuk berkontribusi membantu proses repatriasi.



(DEN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360