Sebuah mobil yang hangus terbakar terlihat di antara pepohonan kering di Lithgow, New South Wales, Australia, 11 Januari 2020. (Foto: AFP/SAEED KHAN)
Sebuah mobil yang hangus terbakar terlihat di antara pepohonan kering di Lithgow, New South Wales, Australia, 11 Januari 2020. (Foto: AFP/SAEED KHAN)

Hujan Ringankan Beban Petugas Kebakaran Hutan di Australia

Internasional kebakaran hutan australia
Willy Haryono • 11 Januari 2020 16:07
New South Wales: Hujan mulai turun mengguyur sejumlah titik kebakaran hutan di Australia, Sabtu 11 Januari 2020. Kendati begitu, otoritas Australia menyebut krisis kebakaran hutan ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.
 
Usai rangkaian titik api sempat melanda New South Wales (NSW) dan Victoria, temperatur di dua negara bagian tersebut mulai menurun sejak turunnya hujan.
 
"Meski kebakaran sempat berkobar sepanjang malam di beberapa bagian New South wales, kami senang karena pagi ini tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan," kata Premier NSW Gladys Berejiklian kepada awak media, dikutip dari AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi cuaca yang relatif dingin akibat hujan di NSW dan beberapa area lainnya di Australia diprediksi akan berlangsung selama sepekan. Hal ini dapat meringankan beban petugas pemadam, dan juga memberi waktu bagi mereka untuk mengontrol merembetnya api.
 
Komisioner Dinas Pemadam Kebakaran NSW Shane Fitzsimmons menyebut kondisi saat ini sebagai hari-hari terbaik tanpa adanya risiko meningatnya kobaran api yang dapat membahayakan jiwa.
 
Sejak September tahun lalu, kebakaran hutan di Australia telah menewaskan sedikitnya 26 orang dan menghancurkan lebih dari 2.000 rumah serta menghanguskan sekitar 10 juta hektare lahan.
 
Sejumlah peneliti mengestimasi lebih dari satu juta mamalia, burung dan reptil telah mati akibat kebakaran hutan di Australia. Meski hujan mulai turun, otoritas Australia memperingatkan bahwa krisis kebakaran hutan belum berakhir. Masih ada ratusan titik api yang tersebar di beberapa wilayah Negeri Kanguru.
 
"Guyuran hujan cukup fantastis, namun belum cukup untuk memadamkan semua titik api," kata kepala tim pemadam di desa Towamba, Nathan Barnden, kepada AFP.
 
"Kami butuh curah hujan hingga ratusan milimeter dalam jangka waktu tertentu untuk meringankan upaya pemadaman kebakaran," sambungnya.
 
Di Victoria, Premier Daniel Andrews menyerukan masyarakat untuk tetap waspada dan memperingatkan bahwa krisis kebakaran hutan "masih jauh dari kata usai."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif