Utusan Khusus Australia untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Ridwaan Jadwat (Foto:Medcom.id/Marcheilla)
Utusan Khusus Australia untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Ridwaan Jadwat (Foto:Medcom.id/Marcheilla)

Australia Dinilai Semakin Terbuka pada Muslim

Internasional australia indonesia-australia
Marcheilla Ariesta • 20 September 2019 11:50
Jakarta: Semakin lama Australia dinilai semakin ramah terhadap Islam dan Muslim. Ini terlihat dari semakin berkembangnya Islam di Negeri Kanguru tersebut.
 
"Muslim semakin diterima di Australia. Saat ini, Islam berkembang pesat dan semakin ramah. Ada masjid, bahkan restoran halal semakin banyak," tutur Utusan Khusus Australia untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Ridwaan Jadwat, dalam kuliah umum mengenai 'Muslim in Australia: A Story of Cultural and Religious Diversity' di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat, 20 September 2019.
 
Ridwaan menuturkan saat ini negaranya sudah sangat beragam baik ras dan agama. Bahkan, imbuhnya, keragaman Australia berada di jantung kepentingan nasional mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini, semua orang, termasuk para pendatang dari berbagai suku, ras, dan agama, mendapat perhatian yang sama, perlakuan sama, dan prioritas yang sama juga," imbuhnya.
 
Dia menceritakan pengalamannya yang merupakan imigran dan seorang Muslim. Lahir dari seorang ibu berdarah Jawa dan ayah asal India, Ridwaan mengaku pada awalnya, dirinya tidak diterima dengan baik di Australia.
 
"Percampuran ras adalah kejahatan, dan pada saat itu seluruh hidup saya ditentukan oleh pemisahan ras," ceritanya.
 
Namun, seiring berjalannya waktu, kini dia bisa membuktikan bahwa dirinya setara dengan masyarakat Australia kulit putih lainnya. Bahkan dia menjadi diplomat yang menjabat sebagai Duta Besar Australia untuk Arab Saudi.
 
Meskipun kasus Islamofobia masih ada, namun angkanya sudah berkurang. Ridwaan mengatakan toleransi antaragama di negaranya juga semakin baik.
 
Menurut dia, jarang sekali ada kasus Islamofobia yang terlihat saat ini. Begitu pula di pemberitaan media.
 
"Saya tidak mengatakan Australia sempurna saat ini. Kami sedang menjadi semakin baik. Karenanya kami berharap daoat bekerja sama dengan Indonesia untuk saling berbagi mengenai toleransi antarumat beragama ini," terangnya.
 
Usai memberikan kuliah umum, Ridwaan akan melaksanakan Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebelumnya, pada Kamis, 19 September 2019, Ridwaan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif