Komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami. (Foto: AFP).
Komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami. (Foto: AFP).

Iran Akan Serang Israel dan AS Jika Melakukan Kesalahan

Internasional iran
Marcheilla Ariesta • 14 Februari 2020 14:05
Dubai: Iran siap menyerang Amerika Serikat dan Israel jika kedua negara itu melakukan kesalahan. Pernyataan ini disampaikan Mayor Jenderal Hossein Salami, kepala Garda Revolusi dalam siaran langsung di televisi memperingati 40 hari kematian Jenderal Qassem Soleimani.
 
"Jika Anda membuat kesalahan sekecil apa pun, kami akan 'memukul' Anda berdua," katanya, dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat 14 Februari 2020.
 
Soleimani merupakan kepala Pasukan Quds, cabang Garda Revolusi Iran yang bertanggung jawab untuk operasi di luar negeri. Dia tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad pada 3 Januari lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembunuhan Soleimani diduga akan mengarah pada pembebasan Yerusalem. Hal ini diungkapkan juru bicara Garda Revolusi Ramezan Sharif sebelumnya.
 
"Pembunuhan komandan Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis yang dilakukan pengecut dan penakut seperti Amerika akan mengarah pada pembebasan Yerusalem," Ramezan.
 
Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran akan mendukung kelompok bersenjata Palestina. Mereka juga akan mendesak Palestina untuk menghadapi rencana AS mengenai perdamaian Israel-Palestina.
 
Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu mengumumkan rencana untuk mendirikan negara Palestina, namun tetap memungkinkan Israel mengambil alih permukiman di Tepi Barat.
 
Para pemimpin Palestina menolak rencana perdamaian ala Trump itu karena dianggap bias terhadap Israel. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan lantang menolak rencana itu di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Di DK PBB, Abbas kembali menegaskan solusi dua negara yang menjadi satu-satunya cara untuk perdamaian antara Palestina dan Israel. Dia menegaskan AS tidak bisa menjadi satu-satunya mediator perdamaian karena dianggap di bawah pemerintahan Trump, Negeri Paman Sam terlalu condong ke Israel.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif