Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam konferensi pers di Caracas, Venezuela, 20 Juli 2019. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam konferensi pers di Caracas, Venezuela, 20 Juli 2019. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)

Iran Peringatkan PM Baru Inggris soal Ketegangan di Teluk

Internasional inggris iran
Willy Haryono • 24 Juli 2019 07:10
Teheran: Iran memperingatkan Perdana Menteri baru Inggris Boris Johnson, Selasa 23 Juli 2019, bahwa Teheran akan "melindungi" wilayah perairan Teluk Persia dari ancaman apapun.
 
Pernyataan disampaikan saat kedua negara tengah bersitegang mengenai isu penyitaan kapal tanker.
 
Korps Garda Revolusioner Iran telah menyita kapal tanker berbendera Inggris bernama Stena Impero pada Jumat pekan kemarin. Diduga penyitaan itu merupakan langkah balasan usai Inggris menyita tanker Iran, Grace 1, pada awal Juli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya mengucapkan selamat kepada @BorisJohnson yang kini menjadi PM Inggris," tulis Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Twitter, usai Johnson mengalahkan rivalnya, Jeremy Hunt.
 
Baca:Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris Terbaru
 
"Iran tidak berusaha mencari konfrontasi. Tapi kami memiliki garis pantai sepanjang 1.500 mil (hampir 2.500 kilometer) di Teluk Persia. Ini adalah perairan kami, dan kami akan melindunginya," lanjut dia, dikutip dari laman AFP.
 
Teheran mengklaim penyitaan Stena Impero dilakukan karena tanker itu telah melanggar "aturan maritim internasional." Saat ini Stena Impero masih berada di pelabuhan Bandar Abbas.
 
Dalam sebuah video yang disiarkan saluran televisi Iran, 18 kru Stena Impero terlihat sedang duduk bersama dan beraktivitas dalam kondisi baik. Para kru terdiri dari warga India, Rusia, Latvia dan Filipina.
 
"Sepanjang sejarah global, Iran telah dan akan terus menjadi penjaga kebebasan bernavigasi di Teluk," tutur Presiden Hassan Rouhani pada Senin kemarin. Ia menambahkan Teheran tidak berusaha memperburuk ketegangan di perairan tersebut.
 
Kepala Angkatan Laut Iran, Laksamana Hossein Khanzadi, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pasukannya menggunakan pesawat tanpa awak atau drone dalam memonitor "semua kapal musuh," di Teluk, "terutama milik Amerika Serikat."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif