Pertemuan Pangeran Mohammed bin Salman dengan Perdana Menteri Inda Narendra Modi di New Delhi. (Foto: AFP).
Pertemuan Pangeran Mohammed bin Salman dengan Perdana Menteri Inda Narendra Modi di New Delhi. (Foto: AFP).

Saudi Bagi Info Spionase dengan India Untuk Atasi Konflik Kashmir

Internasional india arab saudi
Arpan Rahman • 21 Februari 2019 18:09
New Delhi: Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan negaranya siap untuk berbagi data intelijen dengan India. Pernyataan itu muncul sehari setelah dia mengunjungi India, dengan tujuan menyelesaikan sengketa Kashmir.
 
Baca juga: Arab Saudi Berupaya Redakan Ketegangan India-Pakistan.
 
Mohammed bin Salman berkata, setelah berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, terorisme menjadi perhatian bersama dan Arab Saudi ingin bekerja untuk menanganinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menghadapi tantangan yang sama, satu di antaranya adalah ekstrimisme dan terorisme dan kami menegaskan kembali ke India bahwa kami siap bekerja di arena intelijen dan politik untuk mengoordinasikan upaya kami,” ujar Pangeran Mohammed,seperti disitat dari laman Sky News, Kamis 21 Februari 2019.
 
"Mengenai masalah ekstremisme dan terorisme, yang merupakan masalah umum, kami ingin memberi tahu India bahwa kami akan bekerja sama dalam segala hal, termasuk berbagi intelijen," sambungnya.
 
Pangeran Saudi itu berkomentar setelah mengatakan kepada Modi bahwa dia melihat peluang investasi di India lebih dari USD100 miliar selama dua tahun ke depan. Sebelumnya, Modi melanggar protokol untuk secara pribadi menyambut Pangeran Mohammed ke New Delhi, dengan menemuinya di bandara.
 
Sehari sebelumnya sang pangeran bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, setelah mengatakan ia berharap untuk mengurangi ketegangan antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir.
 
Selama kunjungannya ke Pakistan, sang pangeran mengumumkan penawaran investasi senilai USD20 miliar, seraya mengatakan itu adalah "tahap pertama" dari serangkaian investasi.
 
Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat ke level tertinggi selama potensi bertahun-tahun menyusul serangan dua gerilyawan di Kashmir wilayah India, yang menewaskan sedikitnya 44 tentara.
 
India menuduh Pakistan terlibat dalam serangan itu, yang telah diklaim kelompok militan berbasis di Pakistan.
 
Pakistan membantah berperan dalam pengeboman dan memperingatkan India agar tidak mengaitkannya dengan serangan itu tanpa bukti. Pangeran Mohammed tidak memberi rincian intelijen apa yang akan dibagikan Saudi.
 
Lembaga penelitian yang berbasis di Amerika Serikat, Brookings Institute, mengatakan Arab Saudi memiliki hubungan strategis "sejak lama dan akrab" dengan Pakistan. Di mana keduanya menghadapi tantangan dari Al Qaeda di masa lalu -- organisasi yang dituduh beberapa pihak didukung layanan mata-mata dari anggota Pakistan.
 
Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi ke India Sepakati Investasi Rp1.405 Triliun.
 
Layanan intelijen domestik Arab Saudi terlibat dalam menghentikan kampanye pengeboman Al Qaeda lebih dari satu dekade lalu. Namun kerajaan terus menghadapi serangan sesekali oleh para militan yang bersekutu dengan Islamic State (ISIS) dan militan Syiah di daerah timurnya.
 
Diperkirakan setidaknya empat juta orang India di Arab Saudi dan 2,6 juta orang Pakistan. Riyadh juga memimpin koalisi negara-negara Arab melawan pemberontak Houthi di Yaman dan telah dituduh di masa lalu mendukung sejumlah kelompok militan di negara-negara seperti Afghanistan dan Suriah.
 
Putra mahkota mengaku ingin memperluas hubungan dengan India, khususnya hubungan komersial. Arab Saudi di bawah tekanan internasional sejak kemungkinan badan intelijen negara itu tampaknya terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi