Sistem misil pertahanan udara S-400 buatan Rusia. (Foto: AFP Photo/Alexander NEMENOV)
Sistem misil pertahanan udara S-400 buatan Rusia. (Foto: AFP Photo/Alexander NEMENOV)

Sistem Misil Rusia S-400 Tiba di Turki

Internasional turki rusia
Willy Haryono • 13 Juli 2019 18:07
Ankara: Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan bahwa Rusia sudah mulai mengirimkan sistem misil pertahanan udara S-400. Gelombang pertama pengiriman diklaim Akar telah tiba di sebuah pangkalan udara dekat Ankara, Jumat 12 Juli.
 
Amerika Serikat telah memperingatkan Turki agar tidak memiliki S-400. AS telah berulang kali menyatakan, termasuk dari mulut juru bicara Kementerian Luar Negeri Morgan ortagus, bahwa Turki "akan menghadapi konsekuensi nyata dan negatif jika mereka menerima S-400."
 
Kemenhan AS atau Pentagon memperingatkan Turki bahwa S-400 tidak sejalan dengan kebijakan AS mengenai pesawat jet tempur F-35 yang juga dibeli Ankara. washington pernah mengancam tidak akan mengirim F-35 jika Turki berkukuh memiliki S-400.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: AS Desak Turki Batalkan Pembelian Sistem Rudal S-400
 
"Kami mendapatkan laporan mengenai Turki yang sudah menerima S-400," ujar seorang pejabat senior AS kepada kantor berita Kurdistan 24. "Seperti yang Presiden (Donald Trump) katakan di G20, bahwa (pembelian S-400) itu adalah sebuah masalah, tidak diragukan lagi."
 
Sebelumnya pada April lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence melontarkan peringatan kepada Turki, bahwa pembelian S-400 dari Rusia berpotensi membahayakan keanggotaan Ankara di NATO. Masih di hari yang sama, Menlu AS Mike Pompeo juga melontarkan peringatan yang sama.
 
Satu hari setelahnya, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton bertemu Cavusoglu. Diyakini Bolton juga menekankan kembali peringatan AS soal S-400.
 
Wakil Menteri Pertahanan AS, Ellen Lord, telah menetapkan tenggat waktu kepada Turki hingga 31 Juli mendatang untuk membatalkan pembelian S-400. Jika Turki tak melakukannya, maka para pilot yang tengah menjalani pelatihan jet tempur F-35 di AS akan dikeluarkan.
 
"Tenggat waktu itu akan memberi cukup kesempatan bagi personel Turki yang menjalani program F-35 untuk meninggalkan AS serta menghentikan partisipasi aktif mereka," kata Lord.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif