Hamas Peringatkan Protes Berdarah Terbaru di Gaza
Hamas peringatkan protes yang terjadi di Gaza bisa lebih parah (Foto: AFP).
Gaza: Kelompok Hamas memperingatkan protes yang lebih keras lagi di Gaza. Selain itu mereka juga menuntut dihentikannya blokade ekonomi.
 
Ancaman protes berdarah terbaru dilontarkan oleh Hamas usai pembunuhan relawan medis Palestina Razan al-Najjar. Perempuan berusia 21 tahun itu tewas ditembak pasukan Israel pada Jumat 2 Juni 2018 lalu.
 
"Protes di tembok pembatas Gaza dengan Israel akan membesar dan lebih berdarah, kecuali blokade ekonomi yang sudah berlangsung selama 10 tahun di wilayah Laut Gaza dicabut," ujar seorang pemimpin senior Hamas, seperti dikutip Sky News, Selasa 5 Juni 2018.
 
Sementara pekan ini direncanakan akan berlangsung protes terbaru, menyusul kematian dari Razan al-Najjar. Jelas, dengan tewasnya Razan membuat konfrontasi di perbatasan Gaza tidak akan mereda.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut insiden ini sebagai perbuatan tercela. Tetapi dunia masih terdiam mengenai insiden tersebut.
 
Baca juga: Relawan Medis Wanita Ditembak Mati Israel di Perbatasan Gaza.
 
Razan al-Najjar ditembak di dekat Khan Yunis di wilayah selatan dari pagar perbatasan. Total warga Gaza yang tewas dalam bentrokan dengan Israel sejak akhir Maret mencapai 123 orang.
 
Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra, Najjar adalah seorang relawan dari otoritas setempat. Ia mengenakan seragam putih relawan medis saat ditembak di bagian dada.
 
Dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari AFP, Sabtu 2 Juni 2018, militer Israel mengatakan "ribuan orang" berkumpul di lima lokasi dekat perbatasan, "membakar ban dekat pagar dan berusaha merusak infrastruktur keamanan."
 
Israel mengklaim ada seorang warga Palestina yang menyeberangi pagar, menanam granat dan kembali ke Gaza. Israel menegaskan militernya hanya bertindak "sesuai dengan aturan."



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id